Aksi 22 Mei

Ini Alasan Gories Mere Jadi Target Pembunuh Bayaran, Pengamat Pertahanan & Keamanan Sebut Agak Unik

Mengapa Gories Mere jadi target pembunuhan dalam aksi 21 Mei dan 22 Mei 2019? simak selengkapnya di sini

Kompas.com/(Hasby, Eddy)
Gorries Mere saat menjadi Kasat Serse Umum Polda Metro Jaya.(Hasby, Eddy) 

Pun Muradi mengaku sudah lama mengamati pria kelahiran NTT tersebut semenjak Gories Mere masih sebagai perwira menengah.

Sehingga, ia menjelaskan Gories Mere menjadi incaran target pembunuhan karena aktivitasnya yang berhubangan dengan perlindungan negara.

Tak hanya itu, menurut Muradi, Gories Mere juga kerap membuka identitas dari orang-orang yang dianggap mengancam kedaulatan bangsa Indonesia.

"Saya mengamati betul Pak Gories dari perwira menengah, tapi saya menyakini ini betul orang ini disasar karena aktivitas beliau untuk meproteksi. Membuka ruang atau orang orang-orang yang dianggap mengancam kedaulatan negara dan sebagainya," jelas Muradi.

Lantas, bagaimana sosok Gories Mere sebenarnya?

Dilansir dari TribunJabar.id, Gories Mere bernama lengkap Gregorius Gories Mere.

Pria kelahiran Flores Timur itu merupakan jebolan AKABRI Kepolisian pada 1976.

Kemudian ia melanjutkan di tingkat Sespimpol pada 1992 dan Sesko ABRI di 1998.

Gories Mere berkarier di kepolisian dan pernah mencicipi sejumlah jabatan.

Gorries Mere saat menjadi Kasat Serse Umum Polda Metro Jaya.(Hasby, Eddy)
Gorries Mere saat menjadi Kasat Serse Umum Polda Metro Jaya.(Hasby, Eddy) (Kompas.com/(Hasby, Eddy))

Ia pernah menjadi Kasatserse Um Dit Serse Polda Metro Jaya, Kapolres Metro Jakarta Timur, Kadit Serse Polda Jabar.

Tak hanya itu, Gories Mere juga pernah menjabar sebagai Kadit Serse Polda Metro Jaya, Irpolda Nusa Tenggara Timur, Wakapolda Nusa Tenggara Timur, Diserse Pidana Narkoba Mabes Polri, dan Wakabareskrim Polri.

Saat dilantik menjadi kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2010, Gories Mere merupakan jenderal bintang tiga.

Gories Meres juga pernah terlibat dalam perintisan Detasemen Khusus Antiteror 88 (Densus 88).

Ia merupakan mantan Kepala Densus 88 yang disebut sebagai dalang penangkapan teroris Abu Bakar Baasyir.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved