JW Marriott Surabaya Jadi yang Pertama Kenalkan Alat Dry Ager, Proses Daging Hingga Lembut
JW Marriott Surabaya Jadi yang Pertama Kenalkan Alat Dry Ager, Proses Daging Hingga Lembut.
Penulis: Hefty Suud | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Apakah Anda pernah mendengar istilah dry aged steak atau beef? Istilah tersebut sebenarnya sudah marak digaungkan oleh beberapa restoran di kota besar atau Ibu Kota.
Di Surabaya, Uppercut, restoran baru yang berada di JW Marriot Surabaya menjadi yang pertama menghadirkan dry ager, yakni alat untuk memproses daging berkulitas dry aged.
• Spesial Ramadan, Hotel JW Marriott Surabaya Hadirkan Atmosfer Bertabur Bintang untuk Berbuka Puasa
• JW Marriott Surabaya Kenalkan Marriott Bonvoy, Program Loyalitas untuk Pengalaman Tanpa Batas
• Lebih Dekat dengan General Manager Baru Hotel JW Marriott Surabaya
Chef Uppercut, Milo Bladazzi menceritakan, daging yang di-dry aged adalah daging yang diawetkan dengan cara dikeringkan menggunakan garam selama beberapa hari, minggu, atau bahkan berbulan-bulan.
Proses pengeringan tersebut, bertujuan untuk melembutkan daging hingga mendapatkan kelezatan dan kekenyalan yang pas. Sehingga tercipta tekstur daging yang lebih empuk, bahkan bisa lumer saat dimakan.
"Tidak hanya berpengaruh pada tekstur, rasa daging yang di dry age pun makin lezat. Karena dalam proses tersebut air dalam daging menguap sehingga rasa daging makin menonjol. Saat dicicipi, sepintas kamu akan menemukan rasa ham sekaligus mencium aroma keju yang menggiurkan," ujar Milo.
Imbuhnya, dry aged adalah teknik memasak asli yang digunakan oleh masyarakat zaman dulu sebelum zaman millennials seperti sekarang ini.
Untuk dry-aged itu sendiri, daging harus digantung pada ruangan dengan suhu tertentu dan level kelembaban yang dijaga juga. Proses aging paling efektif dilakukan dalam waktu 7 sampai 28 hari.
Sementara Uppercut, memroses dagingnya hingga 60 dan 90 hari dalam alat canggih yang berbentuk seperti kulkas, yaitu dry ager.
Untuk memaksimalkan rasa daging dry aged. Daging akan dipanggang menggunakan alat bernama Josper Grill.
General Manager JW Marriott Surabaya, Stephan George Winkle mengatakan alat tersebut didatangkan dari Jerman, harganya sekitar sekitar Rp 151 juta.
Sementara Josper Grill didatangkan dari Spanyol dengan harga Rp 300 juta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/alat-baru-di-resto-jw-marriott.jpg)