Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Angka Kecelakaan di Wilayah Sidoarjo Turun Drastis Sepanjang Lebaran

Angka kecelakaan lalu lintas di Sidoarjo mengalami penurunan luar biasa selama arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 2019.

Penulis: M Taufik | Editor: Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Lalu lintas di Sidoarjo pada libur Lebaran, Sabtu (8/6/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Angka kecelakaan lalu lintas di Sidoarjo mengalami penurunan luar biasa selama arus mudik dan arus balik Lebaran Idul Fitri 2019.

Data di Polresta Sidoarjo menyebut, sepanjang Ops Ketupat Semeru 2019 ini hanya ada dua peristiwa kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan dua korban luka berat.

Korban meninggal dunia nihil, dan korban luka ringan juga tidak ada.

"Penurunannya jauh dibanding saat lebaran tahun lalu," ungkap Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Senin (10/6/2019).

Tahun lalu, selama arus mudik lebaran terhitung ada delapan peristiwa kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal satu orang, tujuh luka berat, dan lima luka ringan.

"Titik-titik kemacetan juga semua teratasi. Kami sangat bersyukur, sepanjang arus mudik dan balik ini tidak ada lokasi macet parah di Sidoarjo," sambungKombes Pol Zain Dwi Nugroho kepada Tribunjatim.com.

Beda dengan tahun lalu, ada beberapa lokasi kemacetan. Seperti di exit tol Waru Gunung, Bundaran Waru, Krian, Taman, dan sejumlah lokasi lain.

Stok Darah di UTD PMI Tuban Kian Menipis

Hendak Isi Bensin, Kasun Jombang ini Meninggal Dunia Mendadak di SPBU

Guru Diperintah Masuk Sekolah Tanggal 10 Juni Meski Murid Belum Masuk, Guru Pamekasan Kebingungan

Menurut Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, kondisi ini juga berkat penataan atau pemindahan titik pos pengamanan serta penempatan-penempatan anggota di lapangan.

"Memang, penempatan pos pengamanan dan pos pelayanan di area black spot atau area rawan kecelakaan, terlihat ada hasilnya. Pos-pos itu tidak hanya mengatasi kemacetan tetapi menurunkan angka kecelakaan," sambung Kasat Lantas Polresta Sidoarjo Kompol Fahrian Saleh Siregar.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah kesadaran masyarakat lengguna jalan itu sendiri.

"Warga sudah sadar pentingnya tertib berlalu lintas guna wujudkan keselamatan di jalan," sambungnya kepada Tribunjatim.com.

Puncak arus mudik di Sidoarjo diketahui terjadi pada H-4 lebaran. Itu terlihat dari data di Terminal Purabaya, Bandara Juanda, dan sejumlah lokasi lain.

Sementara puncak arus balik, puncaknya terjadi pada hari Minggu (9/6/3019) kemarin. "Arus mudik di Juanda mengalami penurunan sekitar 22 persen, sedangkan di Purabaya sekitar 30 persen. Namun, saat puncak arus balik, volumenya sama dengan hari yang sama tahun lalu," urai Kapolres Zain.

Pada kesempatan ini, Kapolres juga mengaku sangat bersyukur karena angka kriminalitas di Sidoarjo juga menurun tajam selama lebaran ini. Di terminal, bandara, dan sejumlah wilayah nyaris tidak ditemukan peristiwa menonjol.

Seperti kampret, copet, gendam, dan kasus-kasus serupa, nyaris tidak ada laporan. Demikian halnya kerawanan di rumah-rumah kosong yang ditinggal penghuninya, juga tidak ada laporan peristiwa menonjol.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved