Ada 9 Korban Tewas Kecelakaan Selama Operasi Ketupat di Tulungagung, Simpang Ngantru Paling Rawan

Jumlah korban meninggal dunia selama Operasi Ketupat Semeru 2019 di Tulungagung meningkat dibanding tahun sebelumnya.

Ada 9 Korban Tewas Kecelakaan Selama Operasi Ketupat di Tulungagung, Simpang Ngantru Paling Rawan
SURYA/DAVID YOHANES
Jalur simpang tiga Ngantru yang sering menjadi titik kemacetan dan memicu kecelakaan. 

Pelaku kecelakaan masih didominasi usia produktif, pada rentang 16 tahun hingga 30 tahun.

(Angka Kecelakaan Selama Mudik Lebaran di Kabupaten Gresik Menurun, Inilah 3 Faktor Penyebabnya)

Tren ini sudah terjadi sejak tahun 2018. Saat itu ada 16 kecelakaan yang melibatkan rentang usia ini.

Sedangkan saat ini sudah ada 5 kecelakaan yang melibatkan pelaku di rentang usia yang sama.

“Lima kecelakaan itu sudah sangat banyak. Karena rentang usia lainnya, misalnya 30 hingga 40 tahun hanya ada satu kejadian,” ungkap Diyon.

Penyebab kecelakaan paling banyak karena pelanggaran aturan berlalu lintas. Perilaku ugal-ugalan saat berkendara juga sering memicu kecelakaan lalu lintas.

Kecelakaan paling banyak terkadi di black spot (titik rawan kecelakaan) Jalan Raya Ngantru.

“Kurangnya sopan santun saat berkendara, melanggar kecepatan yang paling banyak memicu kecelakaan,” pungkasnya.

Sebelumnya Satlantas Polres Tulungagung telah menetapkan dua blackspot, yaitu Jalan Raya Ngatru dan di jalur Karangrejo-Kauman.

Hampir setiap minggu terjadi kecelakaan lalu lintas di dua jalur ini.

Reporter: Surya/David Yohanes

(Polda Jatim : Angka Laka Mudik Lebaran Turun, Jalur Tengkorak dan Arteri Masih Rawan Kecelakaan)

Penulis: David Yohanes
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved