Problem PPDB Mitra Warga di Surabaya, SMP Swasta Mengaku Merasa Dilecehkan Warga 

Penetapan data Mitra Warga tanpa pengecekan ulang menimbulkan kekisruhan PPDB jenjang SMP di Kota Surabaya.

Problem PPDB Mitra Warga di Surabaya, SMP Swasta Mengaku Merasa Dilecehkan Warga 
TRIBUNJATIM.COM/KUKUH KURNIAWAN
Ilustrasi PPDB 

(Puluhan Wali Murid Datangi SMKN 1 Mojoanyar, Protes Minim Sosialisasi Daftar PPDB Jalur Tak Mampu)

Saat ini banyak SMP swasta atas saran Pemkot melakukan upaya jemput bola. Menemui calon siswa yang sudah dikategorikan Mitra Warga.

Namun wali murid murid menolak karena selain enggan disebut masyarakat berpendapatan rendah (BPR) juga menolak masuk sekolah swasta. 

Rata-rata disebutkan kalau wali murid menolak dengan nada melecehkan swasta.

Tahun ini Pemkot membuat kebijakan memilihkan sekolah negeri dan swasta bagi MBP. Namun di lapangan untuk sekolah swasta banyak penolakan warga. 

Total ada 14.000 warga Surabaya berkategori MBP sehingga masuk Mitra Warga. Dari jumlah itu, sebanyak 4.000 calon siswa dipilih ke SMP negeri. Sementara 10.000 di antaranya disebar ke SMP swasta. 

Namun karena tanpa konfirmasi dan tahu-tahu dicomot sebagai calon siswa baru Mitra Warga dan di SMP Swasta, wali murid ramai-ramai menolak.

"Kami bela-belani jemput bola nemui warga. Tapi tanggapannya demikian," ucap Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) swasta.

Reporter: Surya/Nuraini Faiq 

(Ada Kuota 40 % PPDB SMPN di Surabaya Cara Masuknya Lewat Tes TPA, Digelar 17 Juni Besok)

Sent from my iPhone

 

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved