Wakil Dekan Unesa Masuk Bursa di Pilwali Surabaya 2020, Pengamat : Butuh Technopreneur ke Smart City

Wakil Dekan Unesa Masuk Bursa di Pilwali Surabaya 2020, Pengamat : Butuh Technopreneur Menuju ke Smart City.

Wakil Dekan Unesa Masuk Bursa di Pilwali Surabaya 2020, Pengamat : Butuh Technopreneur ke Smart City
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Dedy Rahman Prehanto yang digadang masuk di Bursa Pilwali Surabaya 2020 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Banyak kandidat muda di bursa Pilwali Surabaya 2020 yang digadang-gadang akan menggantikan posisi Tri Rismaharini yang kini sudah dua periode menjabat.

Setelah ada sosok muda seperti Zahrul Azhar Asad atau Gus Hans dari kalangan agamis dan Dhimas Anugrah dari kalangan politisi PSI, kini muncul kandidat dari kalangan akademisi yakni Dedy Rahman Prehanto.

Tersingkir, Whisnu Sakti Harus Yakinkan DPP di Pilwali dengan Tingkatkan Elektabilitas

PDIP Surabaya Punya Ketua Baru, Sosok Kejutan Pengganti Tri Rismaharini di Pilwali Bakal Muncul?

Kepengurusan DPC PDIP Kota Surabaya Ganti, Pengamat: Perebutan Tiket Pilwali Lebih Kompetitif

Diketahui, Dedy Rahman merupakan Wakil Dekan di Universitas Negeri Surabaya, dan technopreneur muda yang menguasai IT, AI (Artificial Intelegence) dan juga robotik.

Selain bidang akademis, Dedy juga merupakan wakil ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama, yang dekat dengan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid alias Gus Sholah.

Melihat sepak terjang Dedy yang kini juga membantu sistem Pemerintah berbasis Elektronik Pemprov Jatim itu, pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam mengatakan, kebutuhan Surabaya ke depannya yang beriringan dengan perubahan teknologi dan lingkungan, membuat sosok akademis bisa menjadi daya kejut di Pilwali Surabaya 2020.

Terlebih lagi, tantangan Surabaya ke depan menuju smart city, akan menjadi kata kunci teknologi, inovasi wirausaha, muda dan berkelanjutan jadi penting.

"Meski masih muda dan belum banyak beredar, saya pikir Mas Dedy yang berlatar belakang pesantren, menguasai IT, AI, dan robotik bisa jadi daya saing," kata peneliti senior Surabaya Survei Center (SSC) tersebut.

Ia menambahkan, technopreneur sendiri akan menjadi kebutuhan bagi Surabaya.

"Saya pikir Mas Dedy salah satu di antara anak muda milenial yg punya kompetensi itu," pungkasnya.

Penulis: Aqwamit Torik
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved