Kasus Pembunuhan Sadis Pasutri Pengusaha Asal Plumpang Tuban Terungkap, Pelaku Bermotif Pencurian

Terungkap pembunuhan sadis pasutri pengusaha asal Plumpang Tuban. Pelaku bermotif pencurian.

Kasus Pembunuhan Sadis Pasutri Pengusaha Asal Plumpang Tuban Terungkap, Pelaku Bermotif Pencurian
SURYA/M SUDARSONO
TKP pembunuhan sadis terhadap pasangan suami istri (Pasutri) di Dusun Tanggungan, Desa/Kecamatan Plumpang, yang diketahui Jumat (12/7/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Pelaku pembunuhan sadis terhadap pasangan suami istri (pasutri) di Dusun Tanggungan, Desa/Kecamatan Plumpang, yang diketahui Jumat (12/7/2019), akhirnya terungkap.

Pelaku diketahui bernama Wiji (37), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro.

Dia tega menghabisi nyawa Sukamto (60) dan Sri Endangwati di rumah korban dalam keadaan jarak yang terpisah.

Ditembak Mati Polisi, Rekam Jejak Jambret Zainul Fanani Dikenal Sadis dan Suka Bawa Senjata Tajam

Tersangka ditangkap di kawasan Jembatan Merah Plaza Surabaya, Sabtu (13/7/2019).

Namun polisi terpaksa melumpuhkan kakinya dengan timah panas, karena saat akan ditangkap melawan.

"Tersangka kita tangkap Sabtu kemarin melibatkan tim Jatanras Jatim. Kita tembak kakinya," kata Kapolres Tuban, AKBP Nanang Haryono, Minggu (14/7/2019).

Reka Adegan Pembunuhan Sadis di Menganti Gresik, Terkuak Kepala Korban Dipukul Palu hingga 5 Kali

Dia menjelaskan, pelaku tega menghabisi nyawa pasutri yang juga dikenal sebagai pengusaha itu dengan menggunakan kayu panjang, martil, paving blok.

Benda-benda itu dipukulkan pada bagian kepala korban hingga mengalami luka terbuka.

Sukamto ditemukan tewas di lorong belakang dan Sri Endangwati ditemukan tergeletak di tempat pembuatan kasur.

Mau Pindahkan Lokasi Penguburan Bayi, Aksi Sadis Orangtua Remaja Sidoarjo Ini Ketahuan Warga

Pembunuhan tersebut ternyata bermotif pencurian, karena tersangka membawa kabur sejumlah barang berharga.

"Motifnya pencurian dengan pemberatan, barang bukti yang digunakan untuk membunuh sudah kita amankan," terangnya.

Perwira berpangkat dua melati di pundak itu menambahkan, dari hasil pemeriksaan tersangka mencuri sepeda motor, sembilan buku tabungan, tiga handphone, dan uang tunai jutaan rupiah.

Kasus Pembunuhan Juragan Mebel Pamekasan, Ada Luka di Tengkorak dan Motif Pelaku Belum Terungkap

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Tersangka kita jerat dengan pencurian pemberatan (curat), ancaman 15 tahun penjara," pungkasnya. (Surya/M Sudarsono)

Penulis: M Sudarsono
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved