Penyesalan Emak-emak Mau Senangkan Anak Belikan Iphone Lewat FB, Tapi Malah Disidang di Pengadilan

Penyesalan Emak-emak Mau Senangkan Anak Belikan Iphone Lewat FB, Tapi Malah Disidang di Pengadilan.

Penyesalan Emak-emak Mau Senangkan Anak Belikan Iphone Lewat FB, Tapi Malah Disidang di Pengadilan
TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa Miftachul Arif dan Terdakwa Nurhayati (kanan) saat jalani sidang di PN Surabaya, Rabu, (31/7/2019) 

Penyesalan Emak-emak Mau Senangkan Anak Belikan Iphone Lewat FB, Tapi Malah Disidang di Pengadilan

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ingin menyenangkan hati sang anak, terdakwa Nurhayati justru disidang di Pengadilan Negeri Surabaya bersama temannya terdakwa Miftachul Arif.

Dua terdakwa ini tak menyangka bahwa sebuah ponsel merk Iphone Xs Max yang dibeli emak-emak ini adalah barang curian

Mulanya terdakwa Nurhayati ingin membelikan anaknya handphone.

Berkas KM Arim Jaya Lengkap, Jaksa Tunggu Penyerahan Tersangka, Sidang Mungkin Digelar di Madura

Sidang Kasus Pembakaran Polsek Tambelangan Dilaksanakan di Surabaya, Khawatir Picu Keributan

Pria Jepara Ini Pasrah Diadili di Pengadilan Meski Jual Burung Legal, Diungkap Penyebabnya di Sidang

Lalu dia menyuruh terdakwa Arif untuk mencarikan ponsel pesanannya. Arif pun mencari di akun grup Facebook bernama jual beli hp surabaya dan sekitarnya

Ditemukanlah Iphone Xs Max dengan harga Rp 8 juta. Berbeda jauh dengan harga pasaran. Tanpa pikir panjang terdakwa Miftah menawarkan ponsel tersebut ke terdakwa Nurhayati

"Karena harganya miring, akhirnya saya dikasih uang Rp 8 juta oleh emak," terang terdakwa Miftah di hadapan majelis hakim saat jalani sidang di PN Surabaya, Rabu, (31/7/2019). 

Lantas terdakwa Miftah bersama temannya bertemu dengan penjual ponsel di akun grup Facebook itu Aldhi Bz Nugraha (DPO) dan bertransaksi di SPBU Jalan Demak, Surabaya.

Tanpa tawar menawar terdakwa Miftah langsung membayar dan diberikannya ke terdakwa Nurhayati

"Saat diperiksa ternyata speakernya rusak. Dan anak saya nggak mau yang mulia," kata terdakwa Nurhayati

Selang beberapa jam, keduanya pergi ke WTC Mall untuk menjual ponsel tersebut dengan mematok harga Rp 12 juta dengan tujuan saat ditawar modal kembali senilai Rp 8 juta. 

Sembari menunggu kedua terdakwa langsung ditangkap oleh Danny Hidayat petugas kepolisian Polsek Bubutan. Keduanya didakwa dengan pasal 480 ke-1 KUHP  Jo pasal 55 ayat(1) ke-1 kuhp.

Dalam keterangan Danny diketahui pihaknya mendapat laporan bahwa ponsel tersebut milik korban Fitriana Puspita Sari yang dicuri oleh Aldhi (DPO) yang sebelumnya ingin membeli ponselnya. 

Lantas korban Fitri menyuruh Fadilah Budi bertemu dengan Aldhi (DPO) di SPBU Jalan Arjuna, Surabaya. Keduanya bertemu. Aldhi pun membawa ponsel tersebut dan beralasan menunjukkan barang itu ke istrinya terlebih dahulu. 

Akan tetapi saat Fadilah membuntuti Aldhi menghilang dan ponsel tersebut akhirnya dijual di sosial media Facebook.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved