Dompet Dhuafa Gandeng MP3I, Kembangkan Pemberdayaan Berbasis Pesantren di PP Tebuireng Jombang

(MOU/nota kesepahaman) dua lembaga tersebut dilakukan di Aula Pondok Pesantren (PP) Tebuireng, Jombang, Minggu (4/8/2019).

Dompet Dhuafa Gandeng MP3I, Kembangkan Pemberdayaan Berbasis Pesantren di PP Tebuireng Jombang
Surya/Sutono
Pengasuh PP Tebuireng KH Salahudin Wahid (Gus Solah), Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa serta pengurus MP3I bergantian menandatangani MOU. 

TRIBUNJATIM.COM, JOMBANG - Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia (MP3I) bekerjasama dengan Yayasan Dompet Dhuafa menyelenggarakan program pemberdayaan berbasis pesantren, mulai program jangka pendek sampai jangka panjang.

Penanda-tanganan memorandum of understanding (MOU/nota kesepahaman) dua lembaga tersebut dilakukan di Aula Pondok Pesantren (PP) Tebuireng, Jombang, Minggu (4/8/2019).

Selain MOU, juga sekaligus digelar pelatihan pengelolaan lembaga Ziswaf berbasis pesantren, yang diikuti peserta dari 30 pengelola pondok pesantren di Jawa Timur.

Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa, Nasyith Majidi mengatakan, tujuan kerjasama ini guna meningkatkan kapasitas pengetahuan pengelola pesantren terkait pemberdayaan dan mengembangkannya,

“Dan tidak hanya itu, peningkatkan berbasis pesantren dalam mengembangkan unit usaha lembaga keuangan mikro berbasis pesantren juga perlu diperhatikan dan menjadi titik fokus yang saat ini dijalankan,” kata Nasyith Majidi kepada Tribunjatim.com.

2 Pelari Surabaya Marathon 2019 Wafat di Tengah Jalan, Pemkot Surabaya Angkat Bicara

Sosok Oentung, Pria yang Wafat Saat Lari di Surabaya Marathon 2019, Wakil Indonesia di Sea Games

Jenguk Bayi yang Dibuang, Bupati Trenggalek Mas Ipin Jamin Hak Kependudukan Bayi

Pada pelatihan kali ini dilibatkan sebanyak 30 pengelola pesantren yang tersebar di Jawa Timur. Selain menjalin kerjasama dengan MP3I, Dompet Dhuafa bersama keluarga besar Hasyim Asyari, Pesantren Tebuireng, juga membangun rumah sakit.

Rumah sakit yang diberi nama Rumah Sakit (RS) Hasyim Asyari, tersebut berdiri di atas lahan seluas satu hektare atas wakaf keluarga besar Hasyim Asyari.

RS Hasyim Asy'ari adalah rumah sakit yang menggunakan konsep sehat fisik, sehat mental, sehat sosial dan sehat spiritual.

Saat ini Dompet Dhuafa sedang proses penyusunan studi kelayakan dan penyusunan perencanaan pengembangan.

“Pesantren adalah lembaga pendidikan tertua sebelum berkembangnya pendidikan modern yang saat ini. Pengelolaan ZIS (zakat, infak, sedekah) yang profesional menjadi tolok ukur pengembangan ekonomi mikro syariah,” kata Gus Sholah di sela kegiatan kerjasama MP3I dengan Dompet Dhuafa.

Dompet Dhuafa mendapat kepercayaan dari Yayasan Pondok Pesantren Tebu Ireng untuk mengelola aset wakaf, dan Dompet Dhuafa akan lebih memproduktifkan aset tanah wakaf tersebut sebaik-baiknya, untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jombang khususnya, dan Jawa Timur umumnya.

“Dompet Dhuafa sebagai institusi yang berhikmad dalam pemberdayaan, pelayanan dan pembelaan kaum dhuafa, kali ini di bidang kesehatan untuk melayani kaum dhuafa bersama Yayasan Pondok Pesantren Tebuireng, bersama masyarakat Jawa Timur, dan Indonesia. Kita patungan dengan wakaf melalui uang, guna mendirikan Rumah Sakit Hasyim Asyari,” kata Nasyith Majidi.

Menurut Nasyith Majidi, Dompet Dhuafa merupakan lembaga Filantropi Islam yang berkhidmat dalam pemberdayaan kaum dhuafa dengan pendekatan budaya melalui kegiatan filantropis (welasasih) dan wirausaha sosial.

Selama 26 tahun, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan umat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR (corporate social responsibility).(Sutono/Tribunjatim.com)

Penulis: Sutono
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved