Jenguk Bayi yang Dibuang, Bupati Trenggalek Mas Ipin Jamin Hak Kependudukan Bayi

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin datang ke RSUD dr Soedomo untuk menjengkut bayi yang dibuang di Pasar Subuh Kecamatan Gandusari, Minggu (4/8/201

Jenguk Bayi yang Dibuang, Bupati Trenggalek Mas Ipin Jamin Hak Kependudukan Bayi
AFLAHUL ABIDIN/SURYA
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin bersama istri mengunjungi bayi yang dibuang orang tuanya, Minggu (4/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin datang ke RSUD dr Soedomo untuk menjengkut bayi yang dibuang di Pasar Subuh Kecamatan Gandusari, Minggu (4/8/2019).

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin itu datang bersama istrinya, Novita Hardini, sekitar pukul 10.15 WIB.
Begitu tiba di halaman rumah sakit, Mas Ipin langsung menuju Ruang Matahari tempat bayi itu dirawat.

"Saya mendengar kabar ada bayi ditemukan lagi, saya khawatir soalnya beberapa kasus ada yang hipotermia. Tapi Alhamdulillah setelah kami lihay tadi, kondisi bayinya sehat dan normal," kata Mas Ipin, usai menilik bayi.

Pemkab Trenggalek, kata dia, akan menjamin pelayanan yang paripurna untuk sang bayi.
Apabila ada warga yang berniat mengadopsi bayi, pemkab bakal membantu sampai syarat-syarat yang dibutuhkan terpenuhi.

"Proses adopsi kan panjang. Harus lewat provinsi. Kalau calon bapaknya sudah ada, nama anaknya juga sudah ada, langsung kami bikinkan kartu identitas anak sekalian," ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Liga 1, Bhayangkara FC vs Madura United: Dejan Antonic Ingin Akhiri Rekor Terus Kalah Lawan BFC

5 Manfaat Saffron, Putik Bunga dan Bumbu Dapur Termahal di Dunia, Begini Cara Mengonsumsinya

Bocah 1,5 Tahun di Tambaksari Diikat Tali Tiap Ditinggal Ayahnya Sendirian di Rumah, Ibunya Pergi

Cinta Laura Kiehl Tampil dalam Kostum Hudoq di JFC-18

Hal itu untuk memastikan sang bayi ketika tumbuh sudah diakui haknya sebagai warga negara.

Mas Ipin mengaku merasa sedih tiap mendengar kabar bayi di buang orang tuanya. Sebelumnya, kasus serupa pernah terjadi di Kecamatan Durenan Januari 2019.

"Banyak di luar sana yang berharap punya anak. Saya berharap, warga berpikir sebelum bertindak. Tolonglah kalau punya bayi, jangan sampai dibuang. Saya harap warga lebih bijaksana lagi," ungkap kepada Tribunjatim.com.

Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sujiono, menjelaskan, pihaknya menerima bayi sekitar pukul 08.06 WIB dari Puskesmas Gandusari.

"Secara umum kondisi bayi baik sekali. Berat badan 3,3 kg, panjang 50 cm, lingkar kepala 33 cm, dan lingkar dada 32 cm," ujarnya.

Berdasarkan hasil observasi, bayi lahir dalam kondisi cukup umur. Saat ini, bayi masih menjalani observasi untuk menghindari kondisi kedinginan.

Sujiono bilang, kondisi bayi sudah akan sehat sepenuhnya dalam waktu 1-2 hari.

"Tapi kami masih harus berkoordinasi dengan dinas sosial dan kepolisian," ujarnya. (aflahul abidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved