Berita Jatim
Bidik Potensinya yang Mencapai 60 Ribu, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Gathering Admin Gojek se Jatim
Bidik Potensinya yang Mencapai 60 Ribu, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Gathering Admin Gojek se Jatim.
Bidik Potensinya yang Mencapai 60 Ribu, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Gathering Admin Gojek se Jatim
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - BPJS Ketenagakerjaan Jatim menggelar acara Gathering Admin Gojek se-Jatim, Rabu (7/8/2019) di Hotel Singgasana, Surabaya.
Gathering Admin Gojek ini diikuti oleh sebanyak 150 orang admin Gojek di Jatim. Mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Malang, Jember, Pamekasan, Bojonegoro, dan berbagai kota lainnya di Provinsi Jatim.
Asisten Deputi Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Jatim Andrey Tuamely mengatakan, acara Gathering Admin Gojek se-Jatim ini merupakan upaya lembaganya mendekatkan diri secara langsung lewat kopi darar sekaligus untuk sosialisasi program pentingnya program BPJS Ketenagakerjaan, seperti jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM) diikuti oleh para driver Gojek.
"Dengan peran serta para admin Gojek yang masing-masing rata-rata memiliki anggota antara 40 sampai 50 orang, kita harapkan akan semakin banyak driver Gojek yang mengikuti kepesertaan program BPJS Ketenagakerjaan," ujarnya, didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Tanjung Perak, Deni Suwardhani.
Hal itu, kata Andrey Tuamely dinilai penting, karena potensi kesepertaan dari driver Gojek di Jatim cukup besar.
• BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Rungkut Panggil 200 Perusahaan Penunggak, Hasilnya Cos Pleng
• 4.407 Kartu BPJS Kesehatan Warga Tulungagung Dinonaktifkan, Dinkes akan Lakukan Sosialisasi
• Masih Banyak Perusahaan Mokong, BPJS Ketenagakerjaan Jatim Makin Intensif Kerjasama Dengan Kejaksaan
Saat ini, jumlah driver Gojek di Jatim sekitar 60 ribu orang. Dari jumlah tersebut, yang sudah terdaftar sebagai peserta program BPJS Ketenagakerjaan sekitar 15 ribu orang.
Untuk itu, ke depan pihaknya agar lebih sering menggelar acara kopi darat dan sosialisasi dengan admin Gojek di berbagai daerah.
"Dengan begitu, kita harapkan, dalam beberapa bulan ke depan semua driver Gojek sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan," jelasnya.
Andrey Tuamely optimis target tersebut, karena pembayaran iuran peserta Rp 16.800 per bulan bisa dilakukan dengan Go Pay.
"Jadi, pembayarannya langsung dipotong (di debet) by aplikasi. Setelah itu mitra akan mendapat konfirmasi lewat SMS. Jadi benar-benar praktis," tegasnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Tanjung Perak, Deni Suwardhani menambahkan, untuk Surabaya, dari sekitar potensi 25 ribu driver Gojek, saat ini sebanyak 9.500 orang driver Gojok sudah menjadi mitra dan peserta BPJS Ketenagakerjaan.
"Dengan semakin banyaknya mitra dari Gojek yang ikut, kita akan terus menggenjot agar semua driver Gojek di Surabaya menjadi mitra kami," ucapnya.
Selain menggelar kopi darat, silaturahmi dan bertukar pikiran, pihaknya, kata Deni Suwardhani, juga akan terus memberikan dukungan penuh kepada admin dan driver Gojek. Misalnya, memberikan pelatihan khusus kepada Satgas Gojek di Surabaya.
"Selain itu, kita juga akan jemput bola dengan menempatkan orang di kantor Gojek, seperti di Surabaya dan Malang," tandas Deni Suwardhani.
Hal senada Agus Brengos dari Satgas Gojek Surabaya.
Menurutnya, sejak tahun 2016 lalu, pihaknya sudah mulai kampanye dan pro aktif memberikan sosialisasi dan penyadaran kepada Komunitas admin Gojek di Surabaya yang saat ini jumlahnya mencapai 142.
Tujuannya, agar para driver Gojek mau menjadi mitra dan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan, baik JKK maupun JKM.
"Pentingnya jadi mitra BPJS Ketenagakerjaan karena manfaatnya sangat besar bagi driver Gojek. Jika terjadi kecelakaan, maka tak perlu keluar biaya untuk berobat dan rumah sakit alias nol rupiah. Karena semua bisa tercover. Makanya kami sangat mendukungnya," tegas Agus. (*)