Berita Jatim

BPJS Ketenagakerjaan Semarakkan Hari Koperasi Ke-72 Jawa Timur, Juga Beri Santunan Kecelakaan Kerja

BPJS Ketenagakerjaan Semarakkan Hari Koperasi Ke-72 Jawa Timur, Juga Beri Santunan Kecelakaan Kerja.

BPJS Ketenagakerjaan Semarakkan Hari Koperasi Ke-72 Jawa Timur, Juga Beri Santunan Kecelakaan Kerja
TRIBUNJATIM/IST
Pejabat BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur ketika memberikan santunan kepada ahli waris peserta meninggal dunia karena kecelakaan kerja, Rabu (7/8/2019). 

BPJS Ketenagakerjaan Semarakkan Hari Koperasi Ke-72 Jawa Timur, Juga Beri Santunan Kecelakaan Kerja

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Dalam rangka memperingati Hari Koperasi Ke-72 Tahun 2019, BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur berpartisipasi dalam kegiatan Koperasi & UMKM Expo di Grand City Surabaya, Rabu (7/8/2019).

BPJS Ketenagakerjaan merupakan badan hukum publik sesuai Undang-Undang yang menyelenggarakan 4 program jaminan sosial ketenagakerjaan yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP), termasuk juga perlindungan kepada para pekerja Koperasi dan UMKM.

Dalam kesempatan itu, BPJS Ketenagakerjaan hadir dengan memberikan santunan kepada tiga orang ahli waris peserta meninggal dunia karena kecelakaan kerja.

Yaitu, untuk almarhum Erni dari PT Suparma TBK yang meninggal dunia karena kecelakaan kerja, lalu almarhum Mohammad Zainul Arifin dari PT Cahaya Adin Abadi, dan almarhum Mochamad Fatchurahman Peserta Bukan Penerima Upah yang meninggal dunia.

“Musibah dapat menimpa siapa saja dan kapan saja, seperti musibah yang terjadi karena kecelakaan kerja dan mengakibatkan meninggal dunia yang dialami 3 tenaga kerja peserta BPJS Ketenagakerjaan” kata Dodo Suharto, Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur.

Bidik Potensinya yang Mencapai 60 Ribu, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Gathering Admin Gojek se Jatim

4.407 Kartu BPJS Kesehatan Warga Tulungagung Dinonaktifkan, Dinkes akan Lakukan Sosialisasi

BPJS Ketenagakerjaan Cabang Surabaya Rungkut Panggil 200 Perusahaan Penunggak, Hasilnya Cos Pleng

Masih Banyak Perusahaan Mokong, BPJS Ketenagakerjaan Jatim Makin Intensif Kerjasama Dengan Kejaksaan

Menurut Dodo Suharto, sesuai ketentuan yang berlaku di BPJS Ketenagakerjaan, ahli waris dari peserta yang mengalami kasus kecelakaan kerja hingga meninggal dunia akan diberikan santunan sebesar 48 kali upah yang dilaporkan.

Sementara jika korban mengalami luka-luka akan ditanggung seluruh biaya perawatan sampai sembuh tanpa batasan biaya (unlimited) sesuai indikasi medis.

“Kami memahami, bahwa kehilangan keluarga tercinta tak dapat tergantikan oleh apapun, namun santunan yang kami berikan ini diharapkan bisa membantu keluarga yang ditinggalkan untuk menata hidup ke depan lebih baik lagi dari segi ekonomi," tegasnya.

Para pemberi kerja juga harus menyadari, bahwa berdasarkan regulasi, jika pekerjanya tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dan mengalami kecelakaan kerja, maka pemberi kerja wajib memberikan pengobatan dan santunan minimal sesuai dengan ketentuan yang ada di BPJS Ketenagakerjaan.

"Makanya segera pastikan pekerja anda sudah terdaftar, karena bisnis anda bisa lumpuh jika harus menanggung semua beban apabila terjadi kecelakaan kerja," ucap Dodo Suharto, mengingatkan.

Untuk itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh pengusaha dan pekerja, baik penerima upah, bukan penerima upah, pekerja jasa konstruksi, non Aparatur Sipil Negara serta Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk memproteksi diri dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Hal ini merupakan bukti nyata negara hadir untuk memberikan kepastian perlindungan atas risiko sosial dan ekonomi bagi seluruh rakyat Indonesia," tandasnya Dodo Suharto.

Editor: Mujib Anwar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved