Korban Penipuan Biro Haji Abal-Abal, Calon Jemaah Dapat Seragam Batik Tapi Tanpa Koper Resmi
Para calon jemaah haji di luar porsi alias korban biro haji abal-abal itu mendapat seragam batik haji, namun tanpa koper resmi.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Para calon jemaah haji di luar porsi alias korban biro haji abal-abal itu mendapat seragam batik haji sebelum mereka diberangkatkan dari Bangil Pasuruan.
Namun korban penipuan haji abal-abal ini tak mendapatkan koper haji.
Pasangan suami istri M dan F yang tinggal di Surabaya Utara ini awalnya tak mempermasalahkan.
Apalagi mereka bersama calon jemaah lain sempat dikumpulkan untuk mendapatkan baju batik seragam haji.
• Korban Biro Haji Abal-abal, Berangkat Dadakan Buat Pilih Tak Selamatan Bareng Warga karena Tak Yakin
"Sepanjang perjalanan ke Asrama Haji Sukolilo dari Bangil itulah pembimbing haji memberikan cara manasik haji. Kami satu bus diberi tahu tata cara berhaji," ucap M.
Namun betapa mereka kaget setelah sadar bahwa mereka tidak bisa masuk ke Asrama Haji Sukolilo.
Mereka juga tidak berangkat bersama koper haji layaknya calon jemaah haji resmi.
• Jadi Korban Biro Haji Abal-abal bersama 50 Orang Lain, Warga Surabaya Ini Takut Kampungnya Tahu
Perempuan itu masih ingat waktu pembimbing memberi semacam tutorial cara berhaji di dalam bus.
Perjalanan satu jam dari Bangil ke Surabaya itulah yang masih dikenang.
"Setelah ditahan kami tidak berkesempatan ngobrol sama pembimbing. Pembimbing kami pada Senin malam itu terpisah karena sudah diangkut di dalam mobil polisi," tutur M. (Surya/Nuraini Faiq)
• 51 CJH Jadi Korban Penipuan Percepatan Haji, Polda Jatim Tetapkan Satu Pelaku
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ilustrasi-koper-haji.jpg)