Kongres PDIP
NASKAH Lengkap Pidato Megawati Soekarnoputri di Kongres PDIP, Sebut Soal Metode Teror dan Fitnah
NASKAH Lengkah Pidato Megawati Soekarnoputri di Kongres PDIP, Sebut Soal Metode Teror dan Fitnah
NASKAH Lengkah Pidato Megawati Soekarnoputri di Kongres PDIP, Sebut Soal Metode Teror dan Fitnah
TRIBUNJATIM.COM, SANUR - Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidatonya dalam Kongres PDIP di Bali, Kamis (8/8/2019).
Berikut ini adalah naskah lengkap pidato Megawati Soekarnoputri dalam kongres tersebut.
• Cara Kader PDIP Sambut Wali Kota Risma & Prabowo di Kongres PDIP, Megawati Sampai Beri Pesan Khusus
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera, shalom Namo Buddhaya,
Om Swastiastu,
Selamat siang,
Yang saya hormati,
-
Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2014-2019, Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla
-
Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih 2019-2024, Bapak Joko Widodo dan Bapak Kyai Haji Ma’aruf Amin
-
Kabinet Indonesia Kerja
-
Senior Partai yang menjadi saksi perjuangan PDI Perjuangan
-
Para Ketua Umum Partai
- Tim Kampanye NasionalJokowi-
Ma’aruf Amin
-
Tamu undangan dan rekan-rekan media
- Saudara-saudara utusan Kongres V Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang saya banggakan
- Kader-kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan di pelosok negeri yang saya banggakan dan cintai
-
Saudara-saudara se-Bangsa dan se- Tanah air
Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala rahmat dan hidayah-Nya, kita dapat bertemu kembali di Pulau Dewata, tempat spirit keberagaman dan tradisi tetap terjaga.
Selamat datang kader-kader partai, utusan resmi Kongres V PDI Perjuangan, yang bertema “Solid Bergerak untuk Indonesia Raya”.
Sebelum saya menyampaikan pidato politik, ijinkan saya sampaikan bela sungkawa mendalam atas wafatnya ulama sederhana, yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri untuk mensiarkan Islam sebagai rahmat semesta alam, Islam yang mengalun indah dalam harmoni keberagaman Indonesia.
Selamat jalan Mbah Moen, Kyai Haji Maimoen Zubair, doa kami menghantar ke haribaanNya.
Saudara-saudara,
Kajian dari Pusat Analisa dan Pengendali Situasi Partai PDI Perjuangan memperlihatkan satu fenomena disintegrasi yang muncul secara sistematis pada Pemilu 2019. Fenomena tersebut hampir saja mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa.
Bagi PDI Perjuangan hal ini merupakan suatu isu serius yang tidak boleh diabaikan. Partai memiliki kesadaran penuh, bahwa persatuan dan kesatuan adalah syarat mutlak bagi suatu bangsa.
Tidak ada satu pun kebaikan yang dapat dicapai oleh bangsa ini, jika terjadi perpecahan, jika terjadi “perang saudara”.
Atas pertimbangan tersebut, maka Kongres Partai diputuskan untuk dipercepat.
Sikap politik Partai, langkah dan strategi Partai, terutama menyangkut upaya mencegah disintegrasi bangsa, harus diputuskan di dalam rapat tertinggi partai, yang dinamakan Kongres Partai.
Saudara-saudara,
Saya secara pribadi pun melakukan perenungan yang dalam atas fenomena disintegrasi pada Pemilu 2019.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/megawati-saat-memberikan-pidato-di-kongres-v-pdi-p-di-bali.jpg)