Kongres PDIP

NASKAH Lengkap Pidato Megawati Soekarnoputri di Kongres PDIP, Sebut Soal Metode Teror dan Fitnah

NASKAH Lengkah Pidato Megawati Soekarnoputri di Kongres PDIP, Sebut Soal Metode Teror dan Fitnah

Tayang:
Editor: Januar
Tayangan Youtube Kompas TV
Megawati saat memberikan pidato di Kongres V PDI-P di Bali 

Saya teringat pesan Bung Karno dalam amanatnya pada tanggal 17 Agustus 1954, menjelang Pemilu Pertama 1955, yaitu:

“Dan, sebagai sudah kukatakan berulang- ulang, janganlah pemilihan umum ini nanti menjadi arena pertempuran politik demikian rupa, hingga membahayakan keutuhan bangsa. Gejala-gejala akan timbulnya pertajaman pertentangan-pertentangan antara kita, antara sesama kita telah ada, gejala-gejala akan karamnya semangat toleransi sudah muncul. Ai, tidakkah orang sadar, bahwa tanpa toleransi maka demokrasi akan karam, oleh karena demokrasi itu sendiri adalah penjelmaan daripada toleransi.”

Kader-kader PDI Perjuangan,
Resapi kata-kata Bung karno tersebut.

Toleransi dan demokrasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam

berpolitik. Jika sikap prilaku intoleransi kalian gunakan dalam kampanye pemilihan umum, maka demokrasi Pancasila yang kita cita-citakan akan musnah. Persatuan bangsa akan musnah. Kekuatan bangsa akan musnah.

Kejayaan semangat gotong royong akan musnah.

Dan, yang nanti tinggal hanyalah teror dan anarki, kekacauan dan kepedihan.

Ingat, tahun depan kita sudah memasuki kembali agenda Pemilihan Umum, yakni Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahun 2020:
-Pemilihan Gubernur danWakil Gubernur di 9 Provinsi
-Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di
224 Kabupaten yang berada di 32 Provinsi
-Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota di 37 Kota yang berada di 18 Provinsi

Bayangkan, jika fenomena disintegrasi pada Pemilu 2019, justru menguat di Pilkada Serentak 2020, dan kemudian menjadi air bah yang tak terbendung. Jika hal itu

terjadi, lalu apa makna dan faedah kemenangan pemilihan umum bagi rakyat, bangsa dan negara.

Saya ingatkan kepada seluruh kader partai, jangan karena ambisi menduduki kursi kekuasaan, lantas membuat lupa daratan. Kader banteng tidak boleh berprinsip asal menang, lalu mainkan metode teror dan propaganda kebencian dan fitnah.

Jangan kalian merekayasa keyakinan masing- masing sebagai satu-satunya kebenaran mutlak, seolah kebenaran personal dan kelompok adalah kebenaran yang absolut.

Padahal kebenaran absolut hanya milik Tuhan Yang Maha Kuasa. Strategi seperti itu jelas membahayakan keutuhan bangsa.

Ingat anak-anakku, jika strategi itu yang kalian pilih, maka pemilihan langsung oleh rakyat untuk memilih pemimpin, justru akan berujung derita bagi rakyat.

Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air,
Demokrasi yang Indonesia anut adalah Demokrasi Pancasila.

Dalam Pancasila

demokrasi adalah alat, alat untuk mencapai masyarakat adil makmur yang sempurna. Sedangkan pemilihan umum adalah alat untuk menyempurnakan demokrasi itu. Jadi, pemilihan umum sekadar alat untuk menyempurnakan Demokrasi Pancasila.

Kalau sikap prilaku menebarkan kebencian dan hujatan merajalela karena pemilihan umum, kalau keutuhan bangsa berantakan karena pemilihan umum, kalau tenaga bangsa remuk-redam karena pemilihan umum, maka sesungguhnya demokrasi telah dilumpuhkan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved