Kongres PDIP

NASKAH Lengkap Pidato Megawati Soekarnoputri di Kongres PDIP, Sebut Soal Metode Teror dan Fitnah

NASKAH Lengkah Pidato Megawati Soekarnoputri di Kongres PDIP, Sebut Soal Metode Teror dan Fitnah

Tayang:
Editor: Januar
Tayangan Youtube Kompas TV
Megawati saat memberikan pidato di Kongres V PDI-P di Bali 

Jika ada yang memainkan strategi itu dalam pemilihan umum, maka pemilihan umum akhirnya hanya menjadi alat untuk menyeret bangsa ini meninggalkan Pancasila, menjadi alat yang dengan sistematis membuat bangsa ini mengingkari amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Artinya, siapa pun yang menggunakan pola-pola tersebut telah sengaja pula memporak-porandakan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan dengan sengaja

pula melenyapkan Bhinneka Tunggal Ika dari bumi Indonesia.

Saudara-saudara,
Jas Merah. Jangan sekali-kali melupakan sejarah! Izinkan saya mengingatkan kembali warisan bagi kita dari para pahlawan, para pendiri bangsa ini.

Mereka wariskan pada kita Pancasila, Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika.

Keempat prinsip tersebut bersifat final and binding, sudah final dan mengikat seluruh elemen bangsa, tidak dapat ditawar-tawar lagi.

Saya tegaskan pula bahwa Pancasila adalah ideologi, jalan hidup bangsa Indonesia. Jangan diperdebat-debatkan lagi! Saya yakin, tidak ada satu pun dari kita yang sedang berupaya “mengakal-akali” pemilihan umum sebagai tumpangan ideologi lain.

Saya percaya, tidak ada satu pun dari kita yang sedang meretas jalan,

berkolaborasi dengan siapa pun mereka, yang ingin menggantikan Pancasila.

Rakyat Indonesia yang saya cintai,
Pemilu 2019 telah usai, saatnya kita duduk bersama dalam semangat Pancasila, demokrasi melalui jalan musyawarah mufakat.

Saatnya kita bermusyawarah mencari cara agar Pancasila dapat dibumikan. Saatnya bermufakat menemukan jalan konkret untuk implementasi Pancasila, agar Pancasila dapat dirasakan dan dinikmati secara nyata oleh rakyat.

Dalam perspektif ideologis yang diajarkan Bung Karno kepada saya, Pancasila bukan suatu ideologi yang utopis.

Pancasila adalah ideologi terbuka, yang kehadirannya dapat dirasakan oleh rakyat dalam wujud kesejahteraan dan keadilan sosial.

Karena itu, sudah saatnya Pancasila dijalankan dalam kebijakan pembangunan nasional di segala bidang kehidupan, baik itu dalam bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, mental dan spiritual, maupun dalam bidang

lingkungan hidup.

Kebijakan pembangunan tersebut harus berdasarkan pada kebutuhan riil rakyat, dan dijalankan dengan memanfaatkan seluruh kekuatan dan potensi bangsa, melalui riset yang terencana, terarah dan terukur.

Saya sangat mengapresiasi satu undang- undang yang telah diputuskan bersama oleh Pemerintah dan DPR RI, yaitu Undang- Undang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Undang-Undang ini mematrikan kehendak kuat untuk melahirkan kebijakan pembangunan yang berlandaskan pada hasil riset ilmu pengetahuan dan teknologi, dengan berpedoman pada haluan ideologi Pancasila.

Artinya, Pancasila tidak hanya sebagai pedoman bagi kehidupan bermasyarakat, tetapi harus menjadi pedoman pula dalam perencanaan pembangunan nasional di segala bidang kehidupan.

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved