Upaya Warga Surabaya Selamatkan Benteng Kedung Cowek, Benteng Berusia Ratusan Tahun
Upaya Warga Surabaya Selamatkan Benteng Kedung Cowek, Benteng Berusia Ratusan Tahun
Penulis: Januar AS | Editor: Melia Luthfi Husnika
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Jangan sekali-kali melupakan sejarah.
Itu merupakan kutipan dari ucapan Presiden Pertama Indonesia, Soekarno untuk menekankan pentingnya belajar, dan merawat sejarah bangsa.
Tujuannya, agar sebuah bangsa tidak kehilangan jati dirinya.
Memasuki bulan Agustus, biasanya bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaannya.
• Soeharto Mendadak Tunjukkan Pistol ke Mbah Parno Penjaga Istiqlal, Bermula dari Suguhan Pisang Sepat
Para pahlawan pun akan banyak dikenang jasanya.
Satu di antara hal yang bisa dilakukan untuk menghargai jasa para pahlawan adalah merawat tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah.
Tujuannya, agar tempat bersejarah itu tidak hilang ditelan zaman.
Sebab, belakangan memang banyak tempat bersejarah yang terancam hilang.
Satu di antaranya seperti Benteng Kedung Cowek, Surabaya yang kini tengah menjadi polemik.
Sebab belakangan benteng itu disebut-sebut akan jatuh ke swasta.
Hal itu kemudian memicu reaksi masyarakat Surabaya.
Tidak terkecuali pegiat sejarah Roodebrug Soerabaia, Ady Setyawan.
• NASKAH Lengkap Pidato Megawati Soekarnoputri di Kongres PDIP, Sebut Soal Metode Teror dan Fitnah
Ady mengungkapkan, Benteng Kedung Cowek memiliki historis yang panjang.
Menurutnya, benteng tersebut dibangun pada tahun 1900-an.
Itu terbukti dari arsip yang ditemukannya pada sebuah artikel koran terbitan Belanda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pegiat-sejarah-surabaya-ady-setyawan.jpg)