Dorong Usaha Mikro, Pemprov Jawa Timur Targetkan Elektrifikasi 100 Persen pada 2021

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan pada tahun 2021, seluruh masyarakat Jawa Timur sudah bisa menikmati energi listrik.

TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Setiajit, saat ditemui TribunJatim.com seusai acara Multi Stakeholder Forum 2019 dengan tema “Powering The Nation with Integrity”, yang digelar oleh PLN Grup se-Jawa Timur, di Hotel Sheraton Surabaya, Rabu (26/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menargetkan pada tahun 2021, seluruh masyarakat Jawa Timur sudah bisa menikmati energi listrik.

Pada tahun 2017, menurut Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, Setiajit, masyarakat Jawa Timur yang menikmati energi listrik (rasio elektrifikasi) baru mencapai 91,4 persen.

Sedangkan sampai tahun ini (2019), rasio elektrifikasi sudah mencapai 96,85 persen.

KPU Jawa Timur Tetapkan 120 Caleg Terpilih, PDI Perjuangan Jadi Pemenang, PBB dan Hanura Terendah

8 Kader PDIP Jawa Timur Masuk Kepengurusan DPP, Bukti Jatim Jadi Barometer Stok Pemimpin Nasional

Untuk mencapai target 100 persen pada tahun 2021, salah satu langkah yang akan dioptimalkan oleh Pemprov Jawa Timur adalah dengan mengoptimalkan potensi energi non fosil di banyak titik.

Satu di antaranya dengan memanfaatkan pengolahan, baik sampah basah ataupun sampah plastik.

"Pengolahan sampah plastik ini sedang dikembangkan di Mojokerto untuk menjadi energi listrik,” kata Setiajit, Senin (12/8/2019).

Mantan Kadisnakertrans Provinsi Jawa Timur tersebut menambahkan, sambungan listrik ini sangat dibutuhkan selain untuk kebutuhan sehari-hari juga untuk mendorong sektor usaha mikro.

Gubernur Jatim Khofifah Rencanakan Ekspansi Ekspor Hasil Laut Sendhang Biru ke Republik Belarus

Sopir Bentor Geruduk Kantor Gubernur Jawa Timur, Tuntut Pemerintah Tak Tertibkan dan Tangkap Mereka

Setiajit mengatakan, sebagian masyarakat yang belum bisa menikmati listrik karena ada daerah yang tidak bisa dijangkau infrastruktur kelistrikan, seperti kepulauan di Madura.

Sebagai solusinya, pihaknya sudah memasang pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).

“Dari 1.720 Kepala Keluarga (KK), 1.250 KK yang sudah terpasang. Sisanya targetnya harus tuntas 2020,” ungkapnya.

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved