Platform dan Performa Jadi Kunci Sukses Pemasaran Produk UMKM Asli Surabaya SeHATEA

Memulai usaha sejak 2010, SeHATEA mengaku platform dan performa produk menjadi sesuatu yang menunjang penjualan.

Platform dan Performa Jadi Kunci Sukses Pemasaran Produk UMKM Asli Surabaya SeHATEA
TRIBUNJATIM.COM/HEFTY SUUD
Agus Sopii, owner SeHATEA. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hefty's Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Memulai usaha sejak 2010, SeHATEA mengaku platform dan performa produk menjadi sesuatu yang menunjang penjualan.

"Tentunya kualitas dan rasa produk itu perlu. Tetapi, kita juga perlu performa dan platform yang pas untuk produk kita," ujar Agus Sopii, owner SeHATEA.

Agus menyampaikan, ia pernah membaca, salah satu yang membuat produk tidak mendapatkan perhatian pasar adalah memberi platform yang keliru.

"Sebelumnya, produk teh ini saya beri platform teh rempah. Nah ternyata dengan nama itu, orang sudah ilfil duluan, dikiranya produk ini sama dengan jamu," papar pria kelahiran Agustus itu.

Hari Koperasi ke-72, Pemprov Jatim Luncurkan 4 Aplikasi Smartphone Buat Kembangkan Koperasi dan UMKM

Pemkot Surabaya Penuhi Keinginan Warga Eks Lokalisasi Dolly untuk Bangun Kampung Wisata UMKM

Oleh sebab itu, lanjut Agus, kini produk teh yang diolah dengan kombinasi kapulaga dan kayu manis itu, diberinya platform SeHATEA sebagai produk originalnya.

Selain itu, SeHATEA pun melengkapi sajian minuman sehatnya dengan Sari Kurma. Minuman tersebut diproses secara alami dengan bahan 100% buah kurma.

Agus pun mengaku sudah lima kali mengubah bentuk kemasan produknya. Hal itu dilakukannya untuk meningkatkan performa SeHATEA dipasaran.

"Mau tidak mau, platform dan performa produk itu akan menunjang penjualan produk. Kalau dua ini sudah mantap, omzet akan mengikuti, jelasnya.

Agus pun memaparkan adanya penjualan yang meningkat signifikan, setelah ia mengubah platform dan meningkatkan performa produknya dengan cara mengubah desain kemasan.

"Peningkatannya bisa sampai dua kali lipat. Untuk kemasan yang sekarang ini, saya dalam sehari bisa memproduksi 100 buah. Dalam satu minggu saja, semuanya bisa terjual habis," papar pria asal Dukuh Kupang, Surabaya ini.

Produknya, dipasarkan melalui 16 mitra yang ada di Surabaya. Selain melalui sentra umkm yang disediakan pemerintah kota, Agus pun memasukkan produknya ke beberapa supermarket dan beberapa hotel.

Penulis: Hefty Suud
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved