UPDATE TERKINI Kasus Tanggul Lumpur Jebol di Surabaya, Polisi Periksa 8 Saksi, Satu Orang Kabur

Inilah update terkini kasus tanggul lumpur jebol di Surabaya. Polisi periksa 8 saksi. Satu orang kabur.

UPDATE TERKINI Kasus Tanggul Lumpur Jebol di Surabaya, Polisi Periksa 8 Saksi, Satu Orang Kabur
TRIBUNJATIM.COM/LUHUR PAMBUDI
Pekerja pabrik sepatu terpendam luberan lumpur di Surabaya, Tim SAR masih terus cari korban hilang, Sabtu (10/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Polisi bergerak cepat menangani kasus tanggul lumpur jebol yang menelan korban jiwa di Jalan Sukomanunggal 168, Minggu (11/8/2019) lalu.

Total delapan orang diperiksa sebagai saksi. Satu orang melarikan diri.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Sudamiran mengatakan, sudah melakukan pemeriksaan sebanyak delapan saksi terdiri atas pemilik, karyawan dan penanggung jawab pelaksanaan bangunan.

"Satu orang melarikan diri yaitu penanggung jawab proyek. Masih kita kejar yang penanggung jawab untuk proyeknya," ujarnya kepada awak media di Mapolrestabes Surabaya, Selasa (13/8/2019).

Polisi Ungkap Sebab Dinding Tanggul Lumpur di Surabaya ini Ambruk Sepanjang 50 Meter

Petugas kepolisian melalui unit IV Tipiter Sat Reskrim juga mendalami apakah tempat penampung lumpur yang dibangun itu sudah sesuai standar atau tidak.

Begitu juga dengan pengeboran tanah sedalam 30 meter itu apakah terdapat unsur kelalaian atau tidak.

Pihaknya saat ini sedang menunggu hasil laboratorium forensik (labfor).

Beberapa barang bukti seperti alat pengebor tiang pancang, batu dan sampling tanggul jebol diamankan.

Diam-Diam Bangun Tanggul Lumpur Setinggi 3 Meter, Ketua RT dan Camat Sebut Tak Kantongi Izin

Jika unsur pemeriksaan membuktikan adanya kesengajaan pembuatan bak tampung yang tak sesuai standar.

Maka Korps Bhayangkara akan melakukan pemanggilan untuk tidak lanjut kasus tersebut.

Halaman
12
Penulis: Willy Abraham
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved