Dituduh Jual Miras Tanpa Izin, Pegawai Kafe di Malang Dianiaya Bos Pakai Palu, Jarinya Sampai Remuk

Seorang pegawai kafe di Malang dianiaya bosnya. Jari korban remuk akibat dipukul pakai palu.

Dituduh Jual Miras Tanpa Izin, Pegawai Kafe di Malang Dianiaya Bos Pakai Palu, Jarinya Sampai Remuk
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Novi Fransiska Aditama didampingi tim hukumnya saat berada di Mapolres Malang Kota. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Seorang warga Donomulyo, Novi Fransiska Aditama mengaku menjadi korban penganiayaan pemilik Triangle Cafe and Beer House berinisial J.

Tiga tangan pria yang akrab disapa Adit ini remuk setelah dipukul menggunakan palu.

Ditemui di Polres Malang Kota, Adit menceritakan penganiayaan terhadapnya terjadi Kamis (1/8/2019) lalu di Triangle Cafe and Beer House.

Kasus Penganiayaan yang Tewaskan Pria Pamekasan, Istri Korban Sebut Ada Pelaku ke 2 Masih Bebas

Saat itu, ia disidang oleh bosnya dengan tuduhan menjual minuman keras dari luar.

Merasa tak melakukannya, Adit membantah.

"Saya diminta jongkok. Tangan saya diletakkan di meja, kemudian dipukul menggunakan palu," cerita Adit, Rabu (14/8/2019).

Menurut dia, jarinya dipukul menggunakan palu sebanyak lima kali.

Fakta-fakta Kriss Hatta Ditahan Atas Kasus Penganiayaan, Penyebab hingga Ditetapkan Jadi Tersangka

Akibat pukulan itu, tulang jari manis sebelah kiri Adit hancur. Sementara bagian depan jari tengahnya remuk.

"Kalau telunjuk ini luka luar, tapi juga cukup luas," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Arie Noer Rachmawati
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved