Khofifah Segera Lakukan Mutasi Jabatan Eselon II, Tinggal Tunggu Satu Tahap

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tengah menyiapkan mekanisme rotasi dan mutasi jabatan untuk kalangan eselon dua di jajaran Pemprov Jatim

Khofifah Segera Lakukan Mutasi Jabatan Eselon II, Tinggal Tunggu Satu Tahap
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Wagub Emil Elestianto Dardak menggelar Halal bi Halal bersama ASN Pemprov Jatim di Kantor Gubernuran di Jalan Pahlawan, Senin (10/6/2019) 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tengah menyiapkan mekanisme rotasi dan mutasi jabatan untuk kalangan eselon dua di jajaran Pemprov Jawa Timur dalam waktu dekat. Proses tersebut dikatakan Khofifah bahkan tinggal menunggu satu tahap lagi.

Pasalnya, dalam mekanisme pengisian jabatan yang bakal menjadi kali pertama dalam masa kepemimpinan Khofifah ini, diterapkan mekanisme berbeda. Jika biasanya pengisian jabatan baik rotasi maupun mutasi dilakukan assessment untuk pejabat eselon dua yang memenuhi syarat dan ketentuan, maka kali ini tidak.

Seleruh pejabat dengan jabatan eselon dua dilakukan assessment yang dilakukan oleh tim independent di Jakarta dari UIN Syarif Hidayatullah. Assessment tersebut dilakukan bertahap lantaran seluruh pejabatnya dilakukan tes.

"Sekarang tinggal satu angkatan. Setelah assessment semua kita akan siapkan kemungkinan ada rotasi setelah assessment semuanya dilakukan," kata Khofifah kepada Tribunjatim.com, Kamis (15/8/2019).

Setelah hasil assessmen itu keluar maka baru akan dicocokkan siapa yang akan cocok ditempatkan dimana. Jika masih ada posisi jabatan yang belum terisi maka akan dilakukan open bidding atau lelang jabatan.

Sebagaimana diketahui, saat ini ada beberapa posisi jabatan di Pemprov Jatim yang masih lowong dan dijabat pelaksana tugas. Yakni posisi Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Asisten I Sekdaprov Jatim, Asisten III Sekdaprov Jatim, dua orang Staf Ahli Gubernur, Kepala Biro SDA Setdaprov Jatim, Direktur dan Wakil Direktur RS Saiful Anwar Malang.

Sebanyak 244 Warga Binaan Rutan Medaeng Surabaya Terima Remisi Kemerdekaan

2 Pria Jabar Peras Pengusaha Catut Nama Pejabat Polda Jatim, Ternyata Tukang Laundry & Mekanik Mesin

Pasca Operasi Bayi Kembar Siam Aqila-Azila di RSUD dr Soetomo, Sang Orang Tua Ingin Ajak Jalan-jalan

"Sampai nantinya tallent pool yang di Pemprov sudah dapat assessment dari BKN kita bisa lakukan assessment internal. Tapi kalau belum maka akan kita lakukan open bidding," ucapnya kepada Tribunjatim.com.

Dikatakan Khofifah masa pemerintahannya sebagai gubernur Jawa Timur sejak dilantik sudah masuk enam bulan. Sehingga secara aturan ia sudah bisa melakukan mutasi, ataupun rotasi jabatan.

Namun sebisa mungkin ia menegaskan bahwa yang diutamakan tetap hasil assessmen. Jika memang masih ada pos yang kosong barulah nanti akan dilakukan open bidding.

Diperkirakan rotasi dan mutasi jabatan akan dilakukan pada akhir Agustus ini. Akan tetapi Khofifah mengaku tidak terburu harus melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran melainkan menunggu dari hasil assessment.

Di sisi lain, Sekdaprov Jawa Timur Heru Tjahjono mengatakan bahwa kini memang sedang diadakan assessment pada seluruh pejabat eselon dua yang dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur. Assessment ini akan menjadi bekal kuat untuk mengevaluasi pejabat di masing-masing OPD.

"Tentunya di dalam peraturan gubernur boleh melakukan mutasi setelah enam bulan menjabat. Ini (assessment) sbagai salah satu dasarnya," tegas Heru. (Fatimatuz zahroh/Tribunjatim.com)

 

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved