Pemkab Kembangkan Wisata Lewat Visit Sumenep, Warga Nilai Festival Garam Menari di Atas Nestapa?

Pemkab Sumenep menggelar Festival Garam atau program Visit sumenep 2019 melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga

Pemkab Kembangkan Wisata Lewat Visit Sumenep, Warga Nilai Festival Garam Menari di Atas Nestapa?
TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Warga sedang panin garam di Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep Madura. 

TRIBUNMADURA.CO, SUMENEP - Demi meningkatkan kunjungam wisatawan ke ujung timur Madura, Pemkab Sumenep menggelar Festival Garam atau program Visit sumenep 2019 melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) pada tanggal 16 Agustus 2019 mendatang.

Namun program Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim ini dinilai kurang tepat oleh warga sumenep sendiri. Pasalnya, festival ini akan dilaksanakan di waktu yang kurang pas mengingat sekarang harga garam anjlok.

"Menurut saya waktunya tidak tepat, karena festival itu biasanya identik dengan pesta rakyat," kata Set Wahedi, salah satu tokoh pemuda asal Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep Madura. Rabu (14/8/2019).

30 Desa di Sumenep Dilanda Kekeringan, BPBD Sebut Hanya Sebagian Daerah yang Punya Tandon Air Bersih

Bahkan menurutnya, jika festival itu ternyata diselenggarakan tanpa melibatkan dan memperhatikan nasib warga setempat dan konsepnya tak menyuarakan nestapa para petambak di saat harga garam anjlok seperti sekarang.

"Maka kesimpulannya secara tidak langsung Pemkab Sumenep ingin menari di atas nestapa petambak garam. Tapi kalau tetap ingin dilaksakan, paling tidak festival itu harus menyuarakan nestapa petambak di saat harga garam anjlok," katanya.

Set Wahedi mengingatkan, agar pihak pelaksana nantinya tidak sampai mengklaim budaya Nyadher bagian dari Festival Garam.

"Jangan sampai Upacara Nyadher diklaim sebagai bagian dari festival itu," tegasnya.

Musim Kemarau Panjang, 30 Desa di Sumenep Dilanda Kekeringan hingga Terpaksa Beli Air Bersih

Sementara Kepala Disparbudpora Sumenep, Carto menyampaikan bahwa melalui festival garam tersebut, minimal masyarakat petambak garam bisa belajar lagi cara produksi garam tempo dulu. Termasuk seperti apa sejarahnya.

Namun, sayangnya tidak menyampaikan secara detil mengenai konsep Festival Garam tersebut.

"Di samping itu, semangat dari diselenggarakannya festival ini ialah untuk menyuarakan nestapa para petambak garam di saat harga anjlok. Supaya penyampaian aspirasi tidak melulu dengan cara demonstrasi dan sebagainya. Akhirnya akan ke sana (menyuarakan nestapa petambak garam, red.),

"Pembicaraannya tidak putus, Festival Garam selesai, selesai. Banyak kelanjutannya. Kan, bisa dengan cara itu, dengan cara seni. Orang menanggapi bagaimana, ya, terserah. Pikiran orang, kan, bermacam - macam," kata Carto.

Untuk diketahui, jika Festival Garam akan dilaksanakan di Desa Karanganyar, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep Madura.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved