Goola, Startup Minuman Tradisional Gibran Rakabuming Dapat Pendanaan 71 M dari Alpha JWC Ventures
Produk utama Goola saat ini adalah versi modern dari minuman tradisional yang sudah populer, seperti Es Doger Jeger, Es Kacang Hijau, Es Goola Aren.
“Jika minuman manis dari negara lain bisa populer, mengapa minuman lokal kita tidak bisa? Produk kami telah diterima baik oleh pelanggan. Tak hanya Goola mengikuti tren konsumsi minuman manis yang sedang naik daun, banyak yang bilang minuman kami membawa kembali kenangan masa kecil mereka dan mengingatkan kembali pada tradisi yang sudah lama terlupa,” lanjutnya.
Di sisi bisnis, Goola berada di lahan bisnis minuman manis yang menggiurkan dan terus berkembang.
Bubble tea, misalnya, telah menjadi fenomena global dalam beberapa tahun belakangan, dengan total pasar global mencapai 1,9 miliar dolar di 2019 dan diperkirakan akan terus berkembang 7,4 persen per tahun hingga 2023.
Tren ini juga dirasakan di Indonesia dengan franchise bubble tea terbesar berhasil memiliki lebih dari 250 gerai, serta pertumbuhan jumlah pesanan delivery bubble tea menjadi yang terbesar tahun lalu jika dibandingkan dengan produk makanan lainnya.
“Jika bubble tea bisa melakukan itu semua, kenapa minuman lokal kita tidak?” tambah Gibran Rakabuming Raka.
• Dua Putra Joko Widodo Buka Gerai Markobar dan Sang Pisang di Surabaya, Ada Bocoran Produk Baru
“Dengan permintaan pasar yang terus berkembang, ditambah dengan penerimaan produk kami yang sangat baik dan sudah dikenal masyarakat, kami yakin peluang Goola menjadi market leader cukup besar," tambah Gibran Rakabuming Raka.
“Tantangan kami selanjutnya adalah membawa Goola dan minuman lokal ke pecinta kuliner internasional. Rencana kami adalah dengan menjadikan Goola jawara di Indonesia, sehingga ketika wisatawan datang ke Indonesia, mereka pasti mendengar dan mencoba produk Goola, lalu mereka akan menyebarkan cerita dan tren mengenai Goola ke teman-teman mereka. Strategi ‘word of mouth’ seperti ini terbukti berhasil menaikkan popularitas banyak merek minuman di negara asal dan menjadi modal ekspansi ke negara lain,” lanjutnya.
Untuk menjadi kualitas setiap gelas yang disajikan, Goola berkomitmen untuk tidak membuka franchise dan akan mengoperasikan sendiri setiap gerai yang akan dibuka.
Tantangan lainnya dalam industri kuliner adalah penjiplak.
Gibran Rakabuming Raka dan Kevin Susanto percaya bahwa dengan menjadi pelopor pertama dengan ekspansi yang cepat serta standarisasi dan konsistensi produk, Goola memiliki kesempatan besar untuk menguasai pasar.
“Jika nantinya ada kompetitor yang muncul, ini akan menjadi bukti validasi pangsa pasar yang kami tuju. Munculnya kompetitor juga sebenarnya akan mendorong kami untuk merealisasikan visi Goola lebih cepat karena mereka akan membantu kami mengedukasi masyarakat mengenai produk sejenis,” jelas Kevin Susanto.
• Rayakan Mooncake Festival, Hotel JW Marriott Surabaya Sajikan Kue Bulan Bak Mochi
Dengan injeksi dana dari Alpha JWC Ventures, Goola akan merealisasikan target menjadi market leader di Indonesia dengan gerai di kota-kota besar dan kecil, serta memulai ekspansi ke negara-negara Asia Tenggara tahun depan.
“Sebagai investor dan tim asal Indonesia, salah satu misi utama kami adalah untuk membawa wirausahawan dan startup Indonesia sukses di dalam negeri dan membawa mereka ke panggung internasional. Goola memiliki misi dan ambisi yang sama. Kami bangga dan sangat bersemangat bekerja sama dengan Gibran dan Kevin untuk mengenalkan budaya lokal Indonesia ke masyarakat luas dan nantinya, ke negara-negara lain. Kami melihat potensi besar dan kesuksesan awal Goola. Dengan pengalaman dan keahlian kami, kami yakin Alpha JWC Ventures akan menjadi rekan yang tepat bagi misi besar dan rencana ekspansi Goola,” ujar Managing Partner Alpha JWC Ventures Jefrey Joe.
Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/goola-startup-minuman-tradisional-indonesia-milik-gibran-rakabuming-raka-dan-kevin-susanto.jpg)