SOG Jajal Susun Dua Paslon dari Tokoh yang Diprediksi Maju di Pilwali Surabaya, Ini Hasilnya
Bursa Pilwali Kota Surabaya 2020 semakin memanas, nama tokoh-tokoh pengganti sosok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mulai bermunculan.
Penulis: Aqwamit Torik | Editor: Anugrah Fitra Nurani
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aqwamit Torik
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bursa Pilwali Kota Surabaya 2020 semakin memanas, nama tokoh-tokoh pengganti sosok Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mulai bermunculan.
Menyambut hal ini, Swara Oedjoeng Galoeh (SOG) membuat simulasi untuk pasangan calon di Pilwali Surabaya 2020.
Ketua SOG, Felly Ponto melihat dari sekitar 20 nama yang SOG pilih, ada empat nama yang diambil untuk jadi simulasi mereka jadi Paslon di Pilwali Surabaya 2020.
Empat nama itu di antaranya adalah Wisnu Sakti Buana, Eri Cahyadi, KH Zahrul Azhar Asad dan Dhimas Anugrah.
(KPU Ajukan Anggaran Rp 85 Miliar untuk Pilwali Surabaya, Diawali Pendaftaran Perorangan)
Menurut SOG, mereka adalah sosok yang terbaik yang pantas maju di Pilwali Surabaya.
"Kami mengambil contoh Wisnu Sakti dari PDIP sebagai cawali berpasangan dengan Eri Cahyadi yang adalah birokrat tulen. Mereka berdua sudah biasa di birokrasi, ditambah lagi kekuatan mesin partai yang solid," kata Felly.


Sementara itu, dua tokoh lainnya seperti Zahrul Azhar Asad (Gus Hans) dan Dhimas Anugrah.
Menurut Felly mereka punya potensi yang sama-sama besar, selain dari kalangan muda, Dhimas Anugrah juga punya banyak simpatisan di Surabaya.
"Gus Hans punya potensi besar yang kami rasa layak maju sebagai cawali. Untuk wakilnya kami pasang Dhimas Anugrah dari PSI. Orangnya masih muda, dari partai yang sedang ngetrend, dan dia didukung orang-orang nasionalis juga," ujar Felly.
Felly menjelaskan PSI dan Dhimas Anugrah juga patut diwaspadai karena menjadi rising star di Surabaya.
"Banyak yang simpati dan mendukung Dhimas Anugrah dan PSI. Begitu juga Gus Hans, dia bisa jadi kuda hitam. Saya yakin jika kedua paslon ini bertemu, maka Pilwali Surabaya 2020 akan seru," jelas Ketua SOG itu.


(Dedy Rahman Prehanto Masuk Bursa Pilwali Kota Surabaya 2020, Rektor Unesa Dukung Penuh)
Namun, Felly yang juga simpatisan dari PDIP itu mengaku bahwa ia lebih condong pada paslon yang diusung PDIP.
"Saya berharap paslon dari PDIP bisa menang, tapi itu butuh kerja keras, apa lagi Gus Hans dan Dhimas Anugrah sudah mulai menarik banyak simpati dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat," ucap Felly.
"Jangan sampai kekalahan di Pilgub kemarin terulang lagi," ujar Felly.
Felly Ponto mengaku, simulasi ini hanya hitung-hitungan kasar dari SOG, dan belum tentu terealisasi.
"Tapi kami berharap tokoh-tokoh yang terbaik yang akan bertanding di Pilwali Surabaya 2020," pungkasnya.