Dugaan Umpatan Rasis di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya, Kodam V Brawijaya Sampaikan 4 Hal Ini
Kodam V/Brawijaya akan terus mengusut dugaan tindakan rasial yang dilakukan anggotanya.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yoni Iskandar
Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kodam V/Brawijaya akan terus mengusut dugaan tindakan rasial yang dilakukan anggotanya.
Sejak Selasa (20/8/2019) kemarin pihaknya telah menskors lima anggota Koramil 0831/02 Tambaksari termasuk Komandan Koramil Mayor Inf N H Irianto.
Dan membawa kelimanya ke Polisi Militer Kodam V/Brawijaya atau (Pomdam V/Brawijaya) untuk menjalani penyelidikan hingga ke Persidangan Militer.
Menurut Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya Letkol Imam Haryadi, ada empat hal penting yang patut dipahami semua pihak terkait adanya kasus ini.
Pertama. Tidak Mudah Menyimpulkan Berdasarkan Rekaman Video Singkat.
Imam berharap, selama poses hukum berjalan, semua pihak tidak semata-mata membuat kesimpulan yang terlalu dini, perihal adanya rekaman berdurasi singkat itu.
• Dugaan Ujaran Rasisme, Kodam V Brawijaya Sebut Anggotanya Langgar Binter Karena Emosional
• Dikejar Siswi SMA, Jambret di Tulungagung ini Tertangkap, Motornya Kehabisan Bensin
• Lula Kamal Ingatkan Pentingnya ASI Ekslusif untuk Buah Hati di HUT ke-68 Ikatan Bidan Indonesia
"Itu tidak fair satu sisi juga tidak objektif," katanya saat dihubungi TribunJatim.com, Minggu (25/8/2019).
Ia berharap semua pihak untuk senantiasa objektif dalam memandang realitas.
Pasalnya, lanjut Imam, masyarakat cenderung mempercayai framing pesan yang dibuat-buat oleh para pengunggahnya.
"Tidak mungkin kejadian seperti waktu itu berlangsung begitu saja," lanjutnya kepada Tribunjatim.com.
Kedua. Tidak Gampang Menuduh TNI Sebagai Biang Kasus Rasial di Media Sosial.
Imam berharap, semua pihak tidak teeburu membuat kesimpulan mengemai kasus tersebut.
Karena pihak Polda Jatim sedang mengusut kasus tersebut.
"Saya pikir itu sekali lagi tidak usah terburu-buru mari kita tunggu penyelidikan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian," katanya.