Dugaan Umpatan Rasis di Asrama Mahasiswa Papua Surabaya, Kodam V Brawijaya Sampaikan 4 Hal Ini
Kodam V/Brawijaya akan terus mengusut dugaan tindakan rasial yang dilakukan anggotanya.
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Yoni Iskandar
Lagipula, ungkap Imam, melihat secara jeli penggalan rekaman video berdurasi pendek itu, umpatan bernada rasial itu tampak melecut dari arah yang tak dapat pastikan secara objektif.
"Pada saat ada bunyi suara tersebut atau ada yang menyampaikan hal tersebut. Itu arah suara itu juga tidak tahu dari mana asalnya," ujarnya.
Ketiga. Memahami Situasi dan Kondisi Kejadian di Lokasi Bentrokan.
Menurut Imam, semua pihak harus memahami konteks situasi yang terjadi saat itu.
Bahwa bentrokan antar kedua kubu massa ormas dan masa para penghuni asrama mahasiswa papua, sedang pecah.
"Pahamilah kalau situasi saat itu adalah situasi insiden yang dua belah pihak itu memang saling melontarkan bisa jadi intrik yang bisa memancing orang lain untuk marah," ujarnya.
Keempat. Berharap yang Terbaik Agar Hasil Penyelidikan Berjalan Baik.
Imam berhaarap semua pihak menahan diri untuk tidak reaksioner atas adanya kasus tersebut.
"Semua ini bersaudara bersaudara dan saya pikir bagaimana nanti permasalahan ini bisa selesai sesuai dengan yang kami sama-sama harapkan win win solution," jelasnya.
Kendati demikian, bilamana hasil penyelidikan dan persidangan menyatakan personelnya melakukan kelalaian hingga menimbulkan kesalahan itu.
Sebagai prajurit, lanjut Imam, personelnya itu siap menerima konsekuensinya.
"Bagi setiap Insan prajurit itu kalau ada kesalahan kalau ada reward and punishment itu wajar dan tidak perlu dipertanyakan lagi saya pikir itu saja," pungkasnya.