Jalan Lingkar Luar Timur Sidoarjo Sulit Terwujud Sesuai Rencana

Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT) yang menghubungkan Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan sulit terwujud sebagaimana yang direncanakan oleh pemerintah.

Jalan Lingkar Luar Timur Sidoarjo Sulit Terwujud Sesuai Rencana
SURYA/M TAUFIK
Kondisi proyek jalur ekstrem di Lingkar Timur Sidoarjo yang mangkrak karena diduga dikorupsi. 

TRIBUNJATIM.COM, SIDOARJO - Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT) yang menghubungkan Surabaya, Sidoarjo, dan Pasuruan sulit terwujud sebagaimana yang direncanakan oleh pemerintah.

Rencana awal, jalan yang membentang sepanjang 35 kilometer di kawasan timur Sidoarjo itu ditarget rampung pada tahun 2021. Tapi melihat kondisi sekarang, target itu harus direvisi.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Agoes Boedi Tjahjono, progres dalam pelaksanaan program pembangunan jalan tersebut masih pada tahap identifikasi lahan.

Yakni proses menentukan titik mana saja yang akan dilewati jalan.

"Sistem pembangunannya bagaimana, dan titik-titik keluar masuk (jalan tol) tersebut masih dirapatkan," kata dia kepada Tribunjatim.com.

Melihat itu, pihaknya juga berharap target penuntasan pembangunan JLLT bisa ditambah atau diperpanjang. Dalam kata lain, target harus direvisi.

Rencana pembangunan jalan tol itu masuk dalam RPJMD 2016-2021. Tujuannya untuk membuat jalur alternatif sebagai pengurai kepadatan di jalan utama.

Pemerintah mematok target penuntasan pembangunan jalur itu tuntas tahun 2021. Tapi dalam perkembangannya, sampai sekarang ini masih berkutat pada pendataan lahan.

Mau Operasi Katarak Gratis, Disini Tempatnya : Setahun Gelap, Kusmiati Kini Bisa Melihat

Rayakan Hari Kemerdekaan RI, Seribu Perserta Ramaikan Karnaval Budaya Desa Ngingas Waru Sidoarjo

Bersama Warga Papua, Kapolres dan Dandim 0812 Lamongan Gelar Pawai Budaya, Asyik Joget Bareng

Padahal jalan yang akan dibangun terbilang cukup panjang. Mencapai 35 kilometer dari Sedati yang tersambung langsung dengan Surabaya, kemudian membentang di wilayah Timur Sidoarjo hingga Jabon yang berbatasan dengan Pasuruan.

Selain memudahkan arus lalu lintas antarwilayah, jalur ini juga diyakini bakal bermanfaat bagi pemerintah Sidoarjo. Salah satunya adalah keuntungan dalam pengembangan Kawasan Industri Jabon.

Seperti diketahui, sejak beberapa waktu lalu Pemkab Sidoarjo sudah menyiapkan sejumlah rencana dalam melakukan pengembangan Jabon menjadi kawasan Perdagangan, jasa, Perhubungan, industri serta Pariwisata.

"Ya, jika jalur itu terbangun, kawasan Jabon bakal berkembang pesat. Demikian halnya titik-titik lain yang bakal dilalui, juga bakal ada efek positif secara ekonomi," kata Sekda Sidoarjo Ahmad Zaini kepada Tribunjatim.com.

Perdagangan, jasa, industri, wisata, dan berbagai pertumbuhan wilayah, sangat berpengaruh dengan kondisi infrastruktur. Utamanya jalan penghubung dengan wilayah lain.

Karena itu, pihaknya berharap program pembangunan JLLT bisa cepat terlaksana. Supaya volume kendaraan di jalur utama bisa terpecah. Serta kawasan industri, perdagangan, wisata di Jabon dan Tlacor bisa lebih cepat berkembang.

Terkait rencana pembangunan JLLT, Zaini mengakui bahwa sudah banyak investor yang berminat untuk kejrasama. Termasuk mendanai pembangunan jalur tersebut, menggarap, hingga berminat mengelolanya.(ufi/Tribunjatim.com)

Penulis: M Taufik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved