Warga Lansia Jajal Simulasi Pilkades Pakai Teknologi E-Voting, 'Tidak Ada Sulitnya'
Sempat dinilai bakal menyusahkan, E-Voting terbukti diakui warga lansia lebih mudah digunakan dalam simulasi Pilkades E-Voting Magetan
Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Anugrah Fitra Nurani
TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Electronic Voting (E-Voting) menjadi inovasi baru permudah proses pemungutan suara dalam pemilihan umum.
Teknologi ini sempat 'digoreng' masyarakat dinilai bakal memangkas hak suara kaum lanjut usia (Lansia) dan petani yang dinilai belum mengenal komputerisasi.
Namun, isu itu akhirnya terpatahkan setelah simulasi yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan, lewat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) setempat.
Para warga lanjut usia (Lansia) dan petani justru mengaku lebih menyenangi dan menganggap mudah sistem E Voting daripada sistem manual sebelumnya.
(Ketua Komisi KPU RI Arief Budiman Ucapkan Terimakasih Pelaksanan Pemilu di Jatim Aman)
"Tidak ada sulitnya, saya lebih senang sistem E-Voting daripada sistem manual seperti di Pilpres dan Pileg kemarin,"ujar Sardi (65), warga Panekan, Kabupaten Magetan, seusai menjajal e-voting.
Pengakuan lansia ini pun menepis kekhawatiran warga pedesaan dan kaum lanjut usia (lansia) di Kabupaten Magetan, terkait pemakaian sistem E-Voting di sejumlah desa pada Pilkades serentak mendatang.
Kaum lansia dan petani pada kesempatan ini sangat antusias menjajal teknologi E-Voting.
Pada simulasi ini, para peserta menjajal proses pemungutan suara melalui E-voting dengan menggunakan gambar buah-buahan.
Hasilnya, 150 suara terakomodir hanya dalam 1 jam.
"kekhawatiran sejumlah pihak terkait partisipasi masyarakat yang berusia lanjut untuk bisa mengunakan sistem ini, tidak lagi menjadi masalah,"ujar Kepala Dinas PMD Eko Muryanto SIP MSi.
Bupati Magetan Suprawoto, memerintahkan kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta OPD terkait, untuk lebih gencar memberikan pemahaman sistem E Voting.
"Saya yakin Masyarakat sangat menaruh harapan akan lahir pemimpin kapabel yang dihasilkan dari proses demokrasi, jujur dan bermartabat, melalui Pilkades serentak, Saya akan menjahit mimpi mereka,"kata Suprawoto.
Setidaknya, dari 235 desa di Magetan, baru 18 desa yang akan menggunakan E-Voting dalam Pilkades mendatang.
"Sistem E-Voting ini nantinya menjadi rujukan dan diterapkan pada proses pemilihan kepala desa di tempat lain,"ujar Bupati Magetan, mantan sekjen Kominfo RI ini.
Seperti diketahui, pemerintah kabupaten (Pemkab) Magetan siap melaksanakan pemilihan Kapala Desa serentak, November 2019 mendatang.
Untuk itu, langkah langkah agar Pilkades berjalan sukses, sosialisasi terkait E Voting terus dilakukan, khususnya mengadakan simulasi dengan sistem E-Voting, yang baru kali pertama dilaksanakan ini.
Dengan optimisme, dari hasil sosialisasi yang dilaksanakan di sejumlah desa, Pemilu E-Voting bisa diterima di semua kalangan warga masyarakat Kabupaten Magetan dengan baik.
Reporter: Surya/Doni Prasetyo
(Diduga Serat Kecurangan, Pendukung Calon Kades di Driyorejo Gresik Tolak Hasil Pilkades)