Kuasa Hukum Terdakwa Predator 9 Anak Mojokerto Minta Ada Kajian Ulang Perilaku & Anulir Kebiri Kimia

Kuasa Hukum Terdakwa Predator 9 Anak Mojokerto Minta Ada Kajian Ulang Perilaku & Anulir Kebiri Kimia.

Kuasa Hukum Terdakwa Predator 9 Anak Mojokerto Minta Ada Kajian Ulang Perilaku & Anulir Kebiri Kimia
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Handoyo, kuasa hukum terdakwa kasus kekerasan seksual Mojokerto, ketika memberikan keterangan Senin (26/8/2019) 

Kuasa Hukum Terdakwa Predator 9 Anak Mojokerto Minta Ada Kajian Ulang Perilaku & Anulir Kebiri Kimia

TRIBUNMOJOKERTO.COM, MOJOKERTO - Handoyo, kuasa hukum terdakwa, menilai, harus ada kajian lain yang dilakukan oleh penyidik dalam memeriksa Muh Aris (20), pelaku kekerasan seksual terhadap anak anak di Mojokerto.

"Menurut saya ada aspek selain normatif. Karena dari aspek tersebut, pelaku mengakui perbuatan kekerasan seksual. Jadi harus dikaji ulang dari aspek yang lain, alasan dia melakukan perbuatan tersebut," ujarnya Senin (26/8/2019).

Vonis Kebiri Kimia Predator 9 Anak di Mojokerto Disoroti Komnas HAM, Sebut Hukuman Tak Cerminkan HAM

Terdakwa Pemerkosa 9 Anak Tak Kasasi, PN Mojokerto Nilai Pidana Tambahan Kebiri Kimia Sesuai UU

Dapat Penolakan IDI Perihal Vonis Kebiri, Aspidum Kejati Jatim Sebut Putusan Dapat Dibatalkan

Menurutnya, penyidik harus memeriksa terdakwa dengan kajian yang lain. Agar terdakwa bisa menjawab semua pertanyaan dari penyidik.

"Penyidik sudah memeriksa terdakwa secara psikologi. Akan tetapi tidak semua pertanyaan yang diajukan oleh penyidik tidak bisa dijawab oleh terdakwa. Sehingga, menurut saya, kurang mendalam," ungkapnya.

Handoyo, mengharapkan dari keluarga terdakwa, memiliki rasa kepedulian terhadap Muh Aris agar kasus yang ia jalani bisa terselesaikan.

"Saya agak sulit berkomunikasi dengan terdakwa, jadi saya upayakan terdakwa bisa banding, karena tanggung jawab moral sebagai kuasa hukum," ujarnya.

Usai putusan dari pengadilan, Handoyo, mengungkapkan, kondisi terdakwa jauh berbeda dengan sebelum putusan pengadilan.

"Gaya bicara terdakwa jadi bebas usai putusan sidang, bicaranya bisa santai. Beda saat sebelum pengadilan, terdakwa terlihat penuh beban," Ungkapnya.

"Pada dasarnya sudah tidak pengajuan kasasi lagi karena sudah inkracht, tapi untuk pastinya saya tanya ke terdakwa terlebih dahulu. Untuk menganulir hukuman suntik kebiri kimia berdasarkan keterangan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI)," imbuhnya.

Mengenai hukuman kebiri, lanjut Handoyo, terdakwa seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari dinas terkait seperti, kementerian kesehatan, kementerian sosial dan kementerian hukum dan Ham.

"Terdakwa bukan sebagai kambing hitam. Terdakwa punya alasan untuk melakukan perbuatan pidana. Tiga dinas tersebut harus bersinergi untuk yang lebih baik," ujarnya.

Penulis: Febrianto Ramadani
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved