LSM di Gresik Temukan Lahan Pertanian di Benjeng Dikeruk, Disebut untuk Diperjual Belikan

Lembaga Swadaya Masyarakat Front Pembela Suara Rakyat (FPSR) mempertanyakan aksi pengerukan galian C di sawah-sawah pertanian.

LSM di Gresik Temukan Lahan Pertanian di Benjeng Dikeruk, Disebut untuk Diperjual Belikan
Surya/Moch Sugiyono
PENGERUKAN - Petugas Satpol PP Kabupaten Gresik menghentikan proses pengerukan lahan pertanian yang dikeruk dan diperjualbelikan, Rabu (28/8/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Lembaga Swadaya Masyarakat Front Pembela Suara Rakyat (FPSR) mempermasalahkan pengerukan galian C di sawah-sawah pertanian.

Usut punya usut, tanah-tanah yang dikeruk ini untuk diperjual belikan.

Ketua LSM Front Pembela Suara Rakyat (FPSR), Aris Gunawan mengatakan, tambang galian C yang diduga ilegal tersebut marak di Kecamatan Benjeng.

Alat berat terpantau tersebar di sawah-sawah sebanyak 6 titik.

(Ketua DPC Partai NasDem Pasuruan Sampaikan Pesan untuk Jokowi Agar Ikut Menyelesaikan Sengketa Lahan)

"Ada 6 titik penambangan yang diduga ilegal berada di kanan dan kiri jalan sepanjang jalan Kecamatan Benjeng. Padahal lahan tersebut digunakan untuk pertanian tapi tanahnya dikeruk dijual belikan," kata Aris, Rabu (28/8/2019).

Menurut Aris, pengerukan tersebut dikawatirkan akan merusak lahan pertanian, sehingga bisa menganggu swasembada pangan nasional.

"Seharusnya, lahan pertanian ya digunakan untuk pertanian. Tidak dikeruk menjadi galian C kemudian tidak ada reklamasi dan tanggung jawab pemerintah," imbuhnya.

Bila benar aksi pengerukan tanah ini merupakan galian C, Aris pun mencium adanya izin galian bodong.

Sebab secara aturan setiap penambangan harus mempunyai izin sesuai pasal 158 Undang-undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang mineral dan batu bara (Minerba).

"Bunyi pasal tersebut yaitu, setiap orang yang melakukan penambahan tanpa IUP, IPR dan IUPK, dipidana paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 Miliar," katanya.

Halaman
12
Penulis: Sugiyono
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved