Polisi Telusuri Pembuang Mayat Bayi yang Ditemukan Mengambang di Sungai Brantas Blitar
Sesosok mayat bayi ditemukan mengambang di Sungai Brantas, tepatnya di dekat penyeberangan Pema, Dusun Wadang, Desa Gandekan, Blitar.
Penulis: Samsul Hadi | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, BLITAR - Satreskrim Polres Blitar Kota masih menyelidiki kasus penemuan mayat bayi yang mengambang di Sungai Brantas, dekat penyeberangan Pema, Dusun Wadang, Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Kamis (29/8/2019).
Polisi melakukan otopsi terhadap mayat bayi untuk mengetahui penyebab kematiannya.
"Mayat bayinya berjenis kelamin perempuan," kata Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono.
Polisi memperkirakan bayi perempuan yang dibuang ke sungai itu baru dilahirkan.
• Heboh Warga Blitar Temukan Mayat Bayi Mengambang di Sungai Brantas, Kondisi Bengkak & Ada Tali Pusar
• Kenangan Semasa SMA Bersemi di Facebook, Pria Blitar Sebar Foto Senonoh Temannya Saat Cinta Ditolak
Polisi juga mencari informasi ke masyarakat terkait kasus itu.
"Kami imbau ke masyarakat kalau mengetahui ada tetangga atau saudara yang hamil dan baru melahirkan silakan melapor ke kami," ujarnya.
Sebelumnya, sesosok mayat bayi ditemukan mengambang di Sungai Brantas, tepatnya di dekat penyeberangan Pema, Dusun Wadang, Desa Gandekan, Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Kamis (29/8/2019).
Saat ditemukan, kondisi mayat bayi berjenis kelamin perempuan itu sudah membengkak.
Ruli Agung Setyawan, pekerja perahu penyeberangan Pema, mengaku sempat melihat mayat bayi mengambang di pinggir Sungai Brantas.
• Rumah Pensiunan ASN di Blitar Disatroni Maling, Gasak Motor & Cincin Emas, Sepeda Pancal Ditinggal
• Konflik Keluarga di Kediri, Ayah Kandung Terusir dari Rumah Sendiri Karena Kalah Digugat Sang Anak
Lalu ada satu warga yang berusaha membawa mayat bayi itu ke pinggir.
"Mayatnya mengambang terbawa arus sungai dari timur. Posisinya di pinggir. Lalu ada warga yang meraihnya menggunakan kayu," katanya.
Dari awal, warga sudah tahu benda yang mengapung di sungai itu mayat bayi.
Sebab, ada warga yang sudah mengikuti mayat bayi itu sejak terbawa arus sungai dari arah timur.
"Warga sudah tahu ada mayat bayi terbawa arus sejak di penyeberangan Kaliwungu, posisinya di timur penyeberangan Pema," ujarnya.
• Kasus Ayah yang Diusir Anaknya di Kediri, Sang Ayah Gugat Balik Anaknya ke Pengadilan
• 7 Fakta Seputar Cerita KKN di Desa Penari yang Viral di Media Sosial, Lokasi Jadi Perdebatan
Peristiwa penemuan bayi itu kemudian dilaporkan ke Polsek Wonodadi.
Polisi segera ke lokasi untuk mengevakuasi mayat bayi, yang tali pusarnya masih menempel di perut itu.
Polisi lalu membawa mayat bayi itu ke RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar. (Samsul Hadi)
Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/polisi-menunjukkan-mayat-bayi-yang-sudah-dievakuasi-dari-sungai-brantas-blitar.jpg)