Rumah Politik Jatim
DPRD Jatim Periode 2014-2019 Gelar Sidang Paripurna Terakhir, Anggota Dewan Pamitan
Suasana berbeda tergambar di rapat paripurna DPRD Jatim, Kamis (29/8/2019). Agenda tersebut menjadi rapat paripurna terakhir.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Melia Luthfi Husnika
Apalagi, ia bukanlah anggota yang akan melanjutkan dewan.
"Anggota dewan yang nggak lolos, ada dua. Ada yang pengin jadi, tapi nggak jadi. Ada yang memang benar-benar nggak jadi, sehingga nggak ngresulo. Contohnya saya ini," katanya dengan nada bercanda.
Wakil Gubernur Jatim periode 2003-2008 ini menambahkan bahwa jabatan tak ada yang abadi. Sebab, hal itu merupakan amanah.
"Semuanya nggak ada yang abadi. Semunya pasti ada yang menggantikan, cepat atau lambat," kata pria yang pernah mencalonkan gubernur Jatim ini.
Tak lupa ia lantas menyampaikan permintaan maaf.
"Tolong, ingat yang baik-baik. Saya mewakili Ketua, memohon maaf. Tidak ada yang manusia yang benar saja. Pasti ada salah luput," tegasnya.
Tak lupa, pria yang juga seniman dalang ini memberikan nasehat.
"Jangan lupa, selalu mengasah ilmu agar hidup jadi mudah. Kemudian, perbanyak seni, dunia jadi indah. Sehingga, perlu ada agama, hidup lebih terarah," tegasnya.
Selesai Pak Naryo, kini Giliran Agus Maimun menyampaikan ucapan.
• Anggota DPRD Jatim Terpilih Akan Dilantik 31 Agustus Nanti, Tak Boleh Kunker Sebelum Pimpinan Tetap
Di awal sambutannya, mantan calon legislatif DPR RI menyampaikan penjelasan bahwa ia tak lagi menjadi bagian dari DPRD Jatim periode selanjutnya.
"Kami belum beruntung dan belum dipercaya rakyat. Namun in sha Allah, kami tetap akan berkhidmat untuk masyarakat Jatim," kata Agus di awal penjelasannya.
Pihaknya menyampaika penjelasan bahwa begitu terkesan menjadi Anggota DPRD Jatim dua periode.
"Kami terkesan selama sepuluh tahun di tempat ini. Untuk memperoleh kesempatan, istilahnya perlu berdarah-darah," katanya.
Menurutnya, DPRD Jatim sukses menjaga kekompakan hingga akhir.
"Dulu, kami mengira akan terjadi dinamika yang luar biasa. Namun, kami berbangga bisa dalam komitmen membentuk "Fraksi Jawa Timur", bukan lagi mementingkan partai masing-masing," katanya.
Kedepan, menurutnya hubungan seperti ini harus terus dan dilanjutkan sampai kapan pun.
"Di falsafah Jatim, untuk membangun Jatim, kita perlu bersama-sama. Saya berharap dewan yang melanjutkan bisa lebih baik. Semoga kami diberikan amanat, kemudahan dalam menjalankan amanat tersebut," kata Ketua Karang Taruna Jatim ini. (bob)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/ketua-fraksi-partai-amanat-nasional-pan-agus-maimun.jpg)