Serunya Lomba Permainan Tradisional Sambut HUT Trenggalek, Momen Rajut Kebersamaan & Nostalgia

Serunya Lomba Permainan Tradisional Sambut HUT Trenggalek, Momen Rajut Kebersamaan & Nostalgia.

Serunya Lomba Permainan Tradisional Sambut HUT Trenggalek, Momen Rajut Kebersamaan & Nostalgia
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
para peserta lomba tradisional di kompleks Pendopo Kabupaten Trenggalek, Jumat (30/8/2019). 

Serunya Lomba Permainan Tradisional Sambut HUT Trenggalek, Momen Rajut Kebersamaan & Nostalgia

TRIBUNTRENGGALEK.COM, TRENGGALEK - Kabupaten Trenggalek menggelar lomba permainan tradisional di halaman pendopo, Jumat (30/8/2019).

Empat macam permainan yang populer zaman dulu digelar dalam kegiatan itu, yakni egrang, dagongan, tarik tambang, dan terompah.

Ini Bedanya Arak-Arakan Pusaka HUT Trenggalek Ke-825 Dibanding Tahun-tahun Sebelumnya

Belasan Pusaka Trenggalek Dijamas Jelang Hari Jadi Trenggalek ke-825

Rangkaian Kegiatan Perayaan HUT Kabupaten Trenggalek ke-825 Dimulai Besok, Catat Agendanya!

“Besok dilanjut panjat pinang di tempat yang sama,” kata Ketua Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Trenggalek Edi Anto.

Sekitar 150 perserta yang berasal dari siswa sekolah, pegawai lembaga pemerintahan, dan warga Trenggalek lain ikut dalam perlombaan tersebut.

Lomba permainan tradisional ini merupakan rangkaian acara hiburan menyambut HUT ke-825 Trenggalek yang jatuh pada 31 Agustus 2019.

Permainan tradisional, kata Edi, sengaja dipilih sebagai bentuk pelestarian budaya. Selain itu, olahraga tersebut juga dianggap sebagai media yang tepat dalam merajut kebersamaan.

“Tiap permainan tradisional itu kan punya sejarahnya masing-masing. Dan bagi peserta yang tidak muda, ada kesan-kesan nostalgia dalam permainan ini,” ujar dia.

Selain sebagai hiburan, permainan tradisional juga bisa diseriusi. Edi bilang, permainan dagongan, misalnya, memiliki tingkat kompetisi yang berjenjang. Salah satunya, kompetisi tingkat provinsi.

“Kami sering menghimpun kelompok-kelompok yang sering bermain tradisional di desa-desa,” ungkap dia.

Kemeriahan terasa selama perlombaan berlangsung. Para peserta tampak antusias, tak peduli menang maupun kalah.

Ridwan, salah satu peserta lomba egrang mengaku menikmati keseruan dalam perlombaan itu. Ia tak perlu banyak berlatih dalam lomba karena egrang bukan hal baru bagi dia.

“Harapannya kegiatan-kegiatan tadisional seperti ini bisa lebih sering hadir. Minimal sebagai penyeimbang permainan-permainan modern yang marak,” ungkapnya.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved