Belasan Pusaka Trenggalek Dijamas Jelang Hari Jadi Trenggalek ke-825

Belasan Pusaka Trenggalek Dijamas Jelang Hari Jadi Trenggalek ke-825, Para Pejabat Pemkab Hadir Pakai Pakaian Khas Jawa.

Belasan Pusaka Trenggalek Dijamas Jelang Hari Jadi Trenggalek ke-825
SURYA/AFLAHUL ABIDIN
Proses jamasan pusaka menjelang Hari Jadi Trenggalek Ke-825, Kamis (29/8/2019). 

Belasan Pusaka Trenggalek Dijamas Jelang Hari Jadi Trenggalek ke-825

TRIBUNTRENGGALEK.COM, TRENGGALEK - Pusaka Trenggalek dijamas alias dibersihkan menjelang Hari Jadi Trenggalek ke-825, Kamis (29/8/2019).

Jamasan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Trenggalek dihadiri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, para pejabat pemkab, dan forum koordinasi pimpinan daerah.

Rangkaian Kegiatan Perayaan HUT Kabupaten Trenggalek ke-825 Dimulai Besok, Catat Agendanya!

Pendaftaran Calon Perseorangan Bupati & Wabup Trenggalek Mulai Dibuka Tahun Ini, Begini Tahapannya!

Tak Ada yang Meninggal, Kepulangan Jemaah Haji Asal Kabupaten Trenggalek Diwarnai Tangis Haru

Mereka yang hadir mayoritas menggunakan pakaian khas Jawa. Beberapa juga membawa keris yang ditaruh diikatan pinggang.

Pusaka yang dibersihkan, antara lain sepasang tombak korowelang, songsong tunggul projo, songsong tunggl nogo panji lambang kabupaten, dan parasamya purna karya nugraha.

Tombak dibersihkan dengan air, sabun, dan disikat dengan sikat gigi. Setelah dilap, tombak diolesi dengan minyak cendana.

Tombak dibersihkan oleh dua orang, yakni Sardjono Baskoro dan Maryono. Menurut Sardjono, pusaka diolesi dengan minyak cendana agar tidak berkarat.

“Penjamasan intinya hanya membersihkan, lain dengan warangan. Jamasan hanya membersihkan dari debu-debu, minyak-minyak, agar pusaka menjadi lebih bersih kembali,” kata Sardjono, yang sudah dua kali membersihkan pusaka Trenggalek itu.

Sementara pusaka lain dibersihkan dengan cara dikipas-kipas dan dilap dengan kain bersih. Pembersihan pusaka ini merupakan kegiatan rutin menjelang hari jadi Trenggalek.

Setelah dibersihkan, pusaka dipindahkan ke Balai Desa Kamulan, Kecamatan Durenan. Konon, pusaka sepasang tombak korowelang ditemukan di daerah tersebut dulu kala.

Maryono, atau yang akrab disapa Mbah Gelung mengatakan, sepasang pusaka itu dulunya di temukan di daerah yang sekarang bernama Kamulan, Kecamatan Trenggalek.

“Itu pusaka simbol Kabupaten Trenggalek mulai zaman dulu, waktu daerah itu namanya masih dalam Kabupaten Medang Kamulan,” ungkap Maryono.

Nantinya, pusaka-pusaka itu akan diarah di puncak Hari Jadi Trenggalek pada 31 Agustus mendatang. Perayaan ini merupakan kegiatan rutin saban hari jadi

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved