Diduga Ada Potongan Dana Jasmas, LSM Gresik Unjuk Rasa di Gedung DPRD Mendesak Anggaran Itu Dihapus

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) Forum Kota (Forkot), unjuk rasa di Kantor DPRD Gresik Jl Wachid Hasyim.

Diduga Ada Potongan Dana Jasmas, LSM Gresik Unjuk Rasa di Gedung DPRD Mendesak Anggaran Itu Dihapus
SURYA.CO.ID/SUGIYONO
Anggota LSM Forkot unjuk rasa di gedung DPRD Gresik untuk memberikan kado bakpao dan celana dalam wanita, Senin (2/9/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Forum Kota (Forkot), unjuk rasa di Kantor DPRD Gresik Jl Wachid Hasyim.

Aksi dengan teaterikal membawa rombong bakpao dan celana dalam wanita sebagai sindiran terhadap enaknya dugaan pemotongan dana jaring aspirasi masyarakat (Jasmas) dan kunjungan kerja (Kunker) sebesar 10 persen.

Dengan penjagaan dan pengawalan ketat petugas keamanan Polri, TNI dan Satpol PP Kabupaten Gresik, massa LSM Forkot datang ke halaman Kantor DPRD Gresik dengan mengendarai motor rombong bakpao. Di rombong tersebut bertuliskan berbagai sindiran terhadap rencana kinerja DPRD Gresik yang baru dilantik.

Kebiasaan Unik Warga Pulau Bawean Gresik, Parkir Motor Tinggalkan Kunci, Tak Takut Dicuri?

Diantaranya tulisan tersebut yaitu dijual Jasmas murah, potongan 10 persen untuk anggota dewan, Jasmas murah potongan 10 persen, Kunker (Kunjungan kerja) sebagai gaji tambahan anggota dewan dan jajan kunker (Kunjungan kerja).

Selian itu, di rombong tersebut juga ada pengeras suara yang berbunyi tentang obral jasmas- obral jasmas, potongan 10 persen.

Unjuk rasa tersebut nyaris terjadi keributan antara massa dengan petugas keamanan, sebab ketika anggota DPRD Gresik akan keluar mengendarai mobil, massa berusaha nerobos barisan dan melewati pintu gerbang yang terbuka.

Dengan sigap, petugas keamanan yang berjaga-jaga di dekat pintu gerbang langsung menahan massa yang akan masuk ke gedung DPRD. Akibat hadangan itu, massa langsung mengecam keras kinerja DPRD Gresik yang baru dilantik pada Junat, 23 Agustus 2019.

Pencegahan Kecelakaan Lalu Lintas, Jajaran Polres Gresik Blusukan ke Sekolah-sekolah

"Kami unjuk rasa ke sini, tapi anggota DPRD Gresik akan meninggalkan kita. Hapus tunjangan kerja dan dana Jasmas," kata Haris Shofwanul Faqih, ketua Forkot, Senin (2/9/2019).

Setelah ketegangan itu reda, perwakilan massa akhirnya diterima masuk anggota DPRD Gresik Jumanto dari Fraksi PDI-P. Dalam rapat itu, massa menyampaikan bahwa tidak ingin ada pemotongan anggaran dari anggaran Jasmas dan dihapus kegiatan kunjungan kerja (Kunker).

"Kita ingin kegiatan dewan yang tidak tepat sasaran ini dihapus. Seperti kegiatan kunjungan kerja dan penyaluran Jasmas. Sebab diduga ada pemotongan dana sebesar 10 persen," imbuhnya.

Sementara anggota DPRD Gresik Jumanto mengatakan bahwa, dana Jasmas itu tidak ada. Tapi anggota DPRD Gresik telah mengawal rencana pembangunan Kabupaten Gresik mulai ditingkat Desa.

"Kita selalu terbuka kepada masyarakat. Dan sekali perlu diluruskan bahwa Jasmas itu tidak ada. Yang ada hanya pokok-pokok pikiran DPRD yang dituangkan dalam APBD (Anggaran pendapatan dan belanja daerah)," kata Jumanto.

Jumanto juga menjelaskan bahwa kado jajan bakpao sebagai simbol masyarakat yang peduli terhadap anggota DPRD Gresik.

"Jajan ini sebagai simbol jika masyarakatnya sejahtera kita akan ikut bahagia tapi jika itu bukti masyarakat kurang sejahtera ya kita akan ikut merasakannya," katanya sambil menegaskan bahwa potongan 10 persen itu tidak ada. (ugy/Sugiyono).

Penulis: Sugiyono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved