Begini Rencana Pembangunan Pasar Lawang Pasca Kebakaran Hebat, Pemkab Malang Beri Penjelasan

Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang memberikan penjelasan terkini soal pembangunan Pasar Lawang.

Begini Rencana Pembangunan Pasar Lawang Pasca Kebakaran Hebat, Pemkab Malang Beri Penjelasan
SURYA.CO.ID/HAYU YUDHA PRABOWO
Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita bersama Wakil Bupati Malang, Sanusi saat meninjau penampungan pedagang pasar akibat kebakaran di Pasar Lawang, Kabupaten Malang, Jumat (31/5/2019). Menteri Perdagangan mengunjungi dua pasar di Kabupaten Malang untuk memantau ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang lebaran. 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang memberikan penjelasan terkini soal pembangunan Pasar Lawang, pasca kebakaran hebat yang membakar salah satu area di Pasar Lawang pada 17 April 2019 lalu.

Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang Dr Wahyu Hidayat menjelaskan, kini proses penganggaran pembangunan Pasar Lawang berpindah ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Selain Disperindag, revitalisasi Pasar Lawang juga akan melibatkan beberapa stakeholder. Seperti, proses sertifikat laik fungsi (SLF) oleh DPKPCK, izin mendirikan bangunan (IMB) oleh Dinas penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Kemudian, analisis dampak lalu lintas (amdalalin) oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Malang.

Polres Malang Siapkan Tim untuk Jepret Pengemudi yang Tak Mau Dirazia di Operasi Patuh Semeru 2019

Aksi Galang Dana dari GSM Untuk Bantu Warga Malang yang Didenda PLN, Banyak yang Simpati Bantu Denda

"Kami mendapat instruksi. Ketentuan dari pusat memang memperbolehkan anggaran diturunkan kepada cipta karya atau disperindag, secara teknisnya nanti Pasar Lawang kan lebih banyak dimanfaatkan oleh disperindag maka selanjutnya untuk teknis dan SNI (standart nasional Indonesia) juga lebih baik begitu," beber Wahyu ketika dikonfirmasi, Selasa (3/9/2019).

Wahyu menambahkan, anggaran yang diajukan mencapat Rp 157 miliar.

Hingga kini, Wahyu menerangkan anggaran tersebut belum tentu disetujui. Namun, pihaknya sudah menyiapkan desain green building guna merevitalisasi Pasar Lawang.

"Posisi pasar kemungkinan juga sedikit mundur. Ini dikarenkan bagian depan akan dibangun taman untuk ikon pariwisata. Wisatawan biisa mampir untuk beristirahat atau membeli oleh-oleh di Pasar Lawang," jelas Wahyu.

Terkait kapan mulainya pengerjaan fisik pasar, Wahyu menuturkan akan dimulai pada tahun 2020 mendatang.

"Jika yang disetujui hanya untuk lokasi pasar yang terbakar maka rekayasanya tetap seperti sekarang, tapi kalau ternyata dibangun total kan tidak sekaligus nanti pembangunannya jadi (pedagang) bisa bergantian menggunakan tempat relokasi yang sudah dibangun sekarang," ujar mantan Camat Tajinan ini.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved