Polres Malang Siapkan Tim untuk Jepret Pengemudi yang Tak Mau Dirazia di Operasi Patuh Semeru 2019

Video viral anggota polisi di Tangerang menendang pengendara motor di Operasi patuh membuat Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander angkat bicara

Polres Malang Siapkan Tim untuk Jepret Pengemudi yang Tak Mau Dirazia di Operasi Patuh Semeru 2019
TRIBUNJATIM.COM/AMINATUS SOFYA
Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander saat ditemui TribunJatim.com di Mapolres Malang Kota. Foto: TribunJatim/Sofy 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kapolres Malang Kota, AKBP Dony Alexander berpesan kepada seluruh anggotanya agar tidak over acting saat menindak pengendara ‘nakal’.

Pesan AKBP Dony Alexander ini menanggapi video viral anggota polisi di Tangerang yang menendang pengendara motor saat melaksanakan Oerai Patuh Semeru 2019.

“Tindakan dari polisi di lapangan harus mengutamakan kesopanan, tidak arogan dan over acting. Sehingga perbuatan anggota di lapangan dapat dipertanggung jawabkan,” tutur AKBP Dony Alexander pada Selasa (3/9/2019).

AKBP Dony Alexander juga meminta agar pelaksanaan operasi ketertiban lalu lintas dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan tidak membahayakan pengguna jalan.

(Unik, Operasi Patuh Semeru 2019 di Kabupaten Gresik Ada Tokoh Kuntilanak dan Korban Kecelakaan)

Setiap akan menyetop kendaraan, anggotanya harus memperhatikan jarak aman.

“Jadi mohon dihitung dulu jarak amannya seberapa. Supaya aman, baik pengedara maupun si polisi sendiri,” ujarnya.

Agar peristiwa polisi menendang pengendara motor di Tangerang itu tidak terjadi Malang, AKBP Dony Alexander bakal membentuk tim dokumentasi.

Apabila ada pengendara yang enggan stop padahal telah dicegat petugas di Operasi Patuh Semeru 2019, secepat kilat tim dokumentasi akan memotretnya.

Foto hasil tim dokumentasi tersebut nantinya akan diidentifikasi dan disinkronkan dengan data kependudukan. 

“Jadi, polisi tidak perlu lagi mengejar. Kami akan datangi rumah pengendara tersebut dan tunjukkan fotonya. Tapi jika perlu kami siapkan tim kejar ya kami siapkan juga yang disini tidak membahayakan,” ucapnya.

(Hari Kelima Operasi Patuh Semeru 2019, Polrestabes Surabaya Jaring Ribuan Pelanggar)

Mengutip Kompas.com, Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Arif mengaku ada aksi anggotanya yang menendang sepeda motor pengendara.

Dia mengungkapkan peristiwa itu terjadi pada Jumat 30 Agustus 2019 sekitar jam 7.30 WIB di Pertigaan Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Dari hasil pemeriksaan, ujar Sabilul, diketahui pengendara motor berinisial AP tidak memiliki SIM dan motor yang dikendarainya tidak dilengkapi dengan STNK.

Saat akan ditilang, AP berupaya kabur dan tendangan tersebut merupakan pencegahnya. 

(Tak Sampai Satu Jam, 100 Pengendara Terjaring Razia Kendaraan Operasi Patuh Semeru 2019 di Blitar)

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Anugrah Fitra Nurani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved