BMKG Prediksi Puncak Kemarau di Jawa Timur Terjadi di Bulan Oktober

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Jawa Timur akan terjadi pada bulan Oktober.

BMKG Prediksi Puncak Kemarau di Jawa Timur Terjadi di Bulan Oktober
SURYA/M SUDARSONO
Lahan persawahan di Bojonegoro terdampak kekeringan, tepatnya di Desa Sumberjo Kidul, Kecamatan Sukosewu, Jumat (2/8/2019). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Jawa Timur akan terjadi pada bulan Oktober.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Malang, Aminudin Al Roniri mengungkapkan, rata-rata daerah di Jawa Timur baru akan turun hujan pada bulan November.

Jika hujan baru turun pada awal bulan November, maka daerah yang mengalami kekeringan paling panjang adalah daerah Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, dengan lama waktu tidak turun hujan adalah 144 hari.

Dana Desa Jawa Timur Tersalurkan 59,92 Persen, Gubernur Khofifah Minta Fokus Program Kemiskinan

Ada 45 Bangunan di Kota Malang Direkomendasi Jadi Cagar Budaya 2019, Termasuk Rumah Dinas Wali Kota

Setelah itu, diikuti Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, dengan 138 hari, lalu Kecamatan Dlangu, Kabupaten Mojokerto 125 hari, diikuti daerah lainnya.

"Ada beberapa daerah yang langganan setiap tahun seperti itu (kekeringan). Harusnya Pemda setempat sudah mengambil kebijakan, misalnya sumur bor, embung, dan lainnya," ucap Aminudin Al Roniri, Selasa (3/9/2019).

Aminudin Al Roniri melanjutkan, saat musim pancaroba pada November nanti, cuaca akan relatif buruk, mulai dari puting beliung, badai, dan hujan lebat disertai petir.

"Itu bisa terdeteksi dari kami dan akan dikeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem satu jam sebelum terjadi. Setelah itu akan di-update setiap jamnya. Bergerak ke mana apakah meluas atau juga sudah hilang," pungkasnya.

Hasil Laga dan Klasemen Paruh Musim Liga 1 2019, Tiga Tim Asal Jawa Timur Masuk 5 Besar Teratas

BMKG Tahun ini Tambah 13 Sensor Kegempaan di Sejumlah Titik di Jawa Timur

Yuk Subscribe YouTube Channel TribunJatim.com:

Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved