Cuaca Buruk dan Serangan Hama, Petani Malang Jual Gabah di Atas Harga Pemerintah
Petani tidak bisa menjual gabah di harga Rp 6.500 sesuai ketentuan dari pemerintah. Di Kecamatan Singasari, petani mematok harga gabah
Penulis: Benni Indo | Editor: Ndaru Wijayanto
Poin penting:
- Petani di Malang, menjual gabah lebih tinggi dari ketentuan pemerintah
- Harga yang ditetapkan pemerintah (rp 6.500/kg) dianggap tidak menutupi biaya operasional
- Pemerintah kota malang menggelar pasar murah dan menyiapkan subsidi pupuk
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Petani tidak bisa menjual gabah di harga Rp 6.500 sesuai ketentuan dari pemerintah. Di Kecamatan Singasari, petani mematok harga gabah di kisaran Rp 7.000 hingga Rp 7.300 per Kg.
Reza, petani dari Desa Purwoasri, Kecamatan Singasari mengatakan, jumlah panen kali ini menurun karena faktor alam. Cuaca yang tidak bersahabat dan hama menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Maka menurut mereka harga gabah layak di atas Rp 7.000.
"Karena cuaca yang tidak bagus, biasanya dapat 5 ton kini menjadi 3 ton," katanya.
Reza mengerjakan sawah di lahan seluas 7.000 meter persegi. Mereka harus mengeluarkan banyak biaya untuk mengusir hama. Di pasaran, permintaan beras terus meningkat. Para pedagang berlomba-lomba segera mendapatkan gabah untuk memenuhi kebutuhan pasar.
Reza juga mengolah gabahnya sendiri. Di lahan yang ia garap, padi yang dipanen dibawa ke tempat penggilingannya sendiri. Hal itu dilakukan untuk memenuhi permintaan warga sekitar.
Reza mengatakan, petani di tingkat bawah tidak bisa mengikuti ketentuan harga eceran tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah. Biasanya, Bulog menyerap gabah petani dengan harga yang telah ditentukan sendiri oleh mereka.
Menurut Reza, harga yang ditetapkan oleh emerintah tidak sebanding dengan ongkos operasional yang telah dikeluarkan. Ketika telah menjadi beras, rata-rata hargnya Rp 14 ribu per Kg.
Baca juga: Harga Gabah di Trenggalek Melonjak, Petani Ogah Buru-buru Jual
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang memasok beras dari Kabupaten Malang. Kadispangtan Kota Malang, Slamet Husnan mengatakan kebutuhan warga di Kota Malang cukup terpenuhi. Ia mengatakan memang terjadi kelangkaan beras medium saat ini, namun bisa diantisipasi dengan beras SPHP yang digelontorkan oleh Bulog.
"Kami bersama Bulog rutin turun ke pasar untuk menggelontorkan beras SPHP. Ini kami lakukan untuk menjaga stabilitas pasokan bahan pangan. Kalau jumlahnya Bulog yang tahu," kata Slamet.
Slamet menyebut, selain dari Kabupaten Malang, Kota Malang juga memasok beras dari daerah lainnya. Kebutuhan pangan warga di Kota Malang tidak sebanding dengan luasan lahan sawah yang ada. Untuk menjaga pasokan tetap stabil, Dispangtan telah mennggelar pasar murah di sejumlah titik selama hampir sebulan penuh.
Pasar murah nantinya akan digelar di kantor kecamatan, kelurahan, hingga lapangan terbuka. Selain beras, bahan pangan lain seperti minyak goreng, telur, garam, dan tepung juga akan disediakan dengan harga lebih terjangkau.
Slamet menambahkan, Dispangtan juga terus menyiapkan program jaring pengaman ketahanan pangan. Tahun ini pihaknya merencanakan subsidi pupuk yang akan direalisasikan pada 2026, serta menyalurkan bantuan sarana produksi seperti benih padi, jagung, hingga alat mesin pertanian.
“Kami sudah menyiapkan hand traktor roda dua dan sprayer elektrik sebanyak 50 unit untuk petani. Ini bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi,” jelasnya.
| Sekda Terisi, Pemkab Ponorogo Siapkan Mutasi dan Lelang Jabatan Eselon II, Ada 8 Posisi Kosong |
|
|---|
| Polrestabes Surabaya Amankan 4 Remaja Lakukan Vandalisme di Viaduk Gubeng, Dihukum di Liponsos |
|
|---|
| Mutasi Pejabat Lambat, DPRD Kota Malang Desak Pemkot Segera Isi Jabatan Kosong |
|
|---|
| Kepala SMAN 1 Tanggul Jember Lolos Seleksi Nasional, Pimpin SMA Unggul Garuda di NTT |
|
|---|
| Dari Menabung di Kaleng Roti ke Tanah Suci, Penjual Kopi di Ponorogo Mbah Gecol Bisa Pergi Naik Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Para-petani-menimbang-gabah-dari-hasil-panen-mereka-di-Singasari-Malang.jpg)