Anggota DPRD Jatim Bisa Gadaikan SK Pengangkatan Demi Rp 1,8 M, Peneliti SSC : Itu Potret Kesedihan

Anggota DPRD Jatim Bisa Gadaikan SK Pengangkatan Demi Rp 1,8 M, Peneliti SSC : Itu Potret Kesedihan.

Anggota DPRD Jatim Bisa Gadaikan SK Pengangkatan Demi Rp 1,8 M, Peneliti SSC : Itu Potret Kesedihan
SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Dosen Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam. 

Anggota DPRD Jatim Bisa Gadaikan SK Pengangkatan Demi Rp 1,8 M, Peneliti SSC : Itu Potret Kesedihan

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengamat politik turut mengomentari isu SK pengangkatan dewan yang bernilai fantastis jika digadaikan ke bank.

Sebelumnya diberitakan, setiap anggota DPRD Jatim bisa mengajukan pinjaman maksimal sampai Rp 1,8 miliar, dengan cara menggadaikan SK pengangkatan.

Ada Program Gadaikan SK Pelantikan dari Bank Jatim, Anggota Dewan Jatim Dapat Pinjaman Rp 1,8 M

SK Pengangkatan Anggota DPRD Jatim Bisa Digadaikan Rp 1,8 M ke Bank, Pengamat: Kurang Elok

Ada 9 Fraksi di DPRD Jatim yang Disahkan, Sebagian Besar Politisi Senior Duduki Pimpinan Fraksi

Pengamat politik dan peneliti SSC Surokim Abdussalam mengatakan, jika hal itu dilakukan oleh legislator merupakan kabar buruk bagi masyarakat.

"Jadi menggadaikan SK itu, sungguh dagelan yang tidak lucu dan menggelikan," kata Surokim kepada TribunJatim.com, Jumat (6/9/2019).

Menurut Surokim, menjadi anggota legislatif harusnya sudah tidak terjadi persoalan keuangan secara pribadi.

Sebab, ia khawatir, jika persoalan pribadi saja belum terselesaikan, bagaimana anggota legislatif dapat menjadi wakil rakyat yang memperjuangkan suara rakyat.

Apalagi, jika benar banyak anggota dewan yang akan berebut antre menggadaikan SK, tentunya publik akan semakin menaruh kecurigaan kepada anggota dewan untuk mencari penghasilan tambahan di luar gaji pokok mereka.

"dan itu kian mendorong mereka berorientasi materi," tambahnya.

Surokim melanjutkan, ia tak memungkiri, ongkos politik selama masa kampanye pada Pileg lalu, memang tidaklah murah.

Namun, hal itu, sudah harus diperhitungkan sejak awal, sebelum memutuskan menjadi anggota legislatif.

"Sejauh ini parlemen dan Parpol termasuk didalamnya juga DPRD masih menjadi lembaga yang belum bisa dipercaya publik," terangnya.

Menurut Surokim, harusnya parlemen di era ini, harus memperlihatkan integritasnya di depan publik. Dan, menjadi inspirator penggerak kemajuan bagi publik. Hanya dengan begitu, trust publik kepada legislatif kembali tinggi.

"Potret mengadaikan sk itu tentu bukan modal sebagai inspirator, tetapi potret kesedihan untuk tidak mengatakan kebangetan sebagai kreditor," tutupnya.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved