Bupati Banyuwangi Anas Paparkan 20 Prinsip Kreatif Mengembangkan Daerah

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan 20 prinsip kreatif pengembangan daerah di depan ratusan peserta Konferensi Kota Kreatif yang baru

Bupati Banyuwangi Anas Paparkan 20 Prinsip Kreatif Mengembangkan Daerah
Surya/Haorrahman
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan 20 prinsip kreatif pengembangan daerah di depan ratusan peserta Konferensi Kota Kreatif 

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas memaparkan 20 prinsip kreatif pengembangan daerah di depan ratusan peserta Konferensi Kota Kreatif yang baru saja digelar di Ternate.

”Ya baru saja diundang ICCN (Indonesia Creative Cities Network), kita paparkan soal prinsip-prinsip kreatif mengembangkan daerah. Kira-kira ada 20 prinsip kreatif,” ujar Anas di Banyuwangi, Sabtu (8/9).

“20 prinsip kreatif itu ya kira-kira hasil rangkumanlah dari perjalanan menjadi bupati Banyuwangi. Program berhasil, program kurang sukses, semuanya kita cari benang merahnya. Lalu ada 20 prinsip kreatif itu,” kata Abdullah Azwar Anas kepada Tribunjatim.com.

Anas mengatakan, 20 prinsip kreatif itu bisa dikluster dalam tiga bagian besar, yaitu inovasi, pemasaran daerah, dan kepemimpinan. Dalam bagian inovasi, terdapat enam prinsip kreatif. Di bagian pemasaran daerah ada tujuh prinsip kreatif. Adapun di bagian kepemimpinan ada tujuh prinsip.

Enam prinsip kreatif dalam bagian inovasi antara lain prinsip paradoks, daya saing, mencipta, ATM (amati, tiru, modifikasi), fokus, dan proaktif.

“Prinsip kreatif paradoks, misalnya kita ubah Puskesmas dari pelayanan orang sakit menjadi mall orang sehat. Lalu kita coba ubah bukan semata-mata PAD, tapi program untuk penggerak PDRB,” ujarnya kepada Tribunjatim.com.

Anas mencontohkan, dalam prinsip fokus, yang dilakukan adalah ”semakin terbawah, maka semakin menjadi prioritas teratas”. ”Sehingga lahir program Rantang Kasih yang mendistribusikan makanan gratis setiap hari untuk lansia miskin, uang saku dan tabungan untuk pelajar dari keluarga kurang mampu, dan sebagainya,” jelas Abdullah Azwar Anas kepada Tribunjatim.com.

Lalu tujuh prinsip kreatif di bidang pemasaran adalah prinsip semua pemasar, produk, reposisi, endorser, moment of truth, kearifan lokal, dan branding. Anas menyebut prinsip-prinsip itu sebagai ”anti-mainstream marketing”.

”Misalnya prinsip semua pemasar, kami memosisikan semua dinas adalah dinas pariwisata. Ini bukan berarti sektor lain tidak diurus, tapi soal pengemasan. Misalnya, Dinas Pertanian tetap mengurusi pengembangan pertanian, tapi kemudian difestivalkan. Ini ada kaitannya dengan prinsip produk, yaitu semua lokasi adalah destinasi dan semua program adalah atraksi. Maka lahir agrotourism yang dikembangkan Dinas Pertanian,” jelas Abdullah Azwar Anas.

BNPP Akhiri Masa Evakuasi KM Santika Nusantara Yang Tenggelam di Masalembu

Mengintip Rumah Meggy Wulandari, Istri Kiwil yang Sempat Capek Layani Nafsu Suami, Dapurnya Sempit

10 Poin Revisi Undang-Undang KPK yang Dinilai Malah Melemahkan KPK, Ini Permintaan Febri Diansyah

Anas mencontohkan prinsip reposisi.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved