Sindikat Copet Asal Surabaya Beraksi di Ngawi, Modusnya Lempar Petasan di Kerumunan

Polisi Resor Ngawi, Jawa Timur berhasil membekuk sindikat copet antar kota yang beraksi menggunakan petasan yang dilempar pada di kerumunan massa

Sindikat Copet Asal Surabaya Beraksi di Ngawi, Modusnya Lempar Petasan di Kerumunan
Surya/ Doni Prasetyo
Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu tunjukkan barang bukti hasil kejahatan Para sindikat Copet 

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Polisi Resor Ngawi, Jawa Timur berhasil membekuk sindikat copet antar kota yang beraksi menggunakan petasan yang dilempar pada di kerumunan massa yang menyaksikan konser Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Alun-alun Kabupaten Ngawi.

"Berawal dari even musik di Alun alun, ada beberapa laporan dari warga yang kehilangan hand phone-nya,"kata Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu didampingi Kasat Reskrim AKP Khoirul Hidayat kepada Surya, Sabtu (7/9).

Mendapat laporan itu, Tambah Kapolres, dengan sigap memerintahkan Kasat Reskrim memburu kawanan pencopet itu yang saat itu diperkirakan belum keluar dari wilayah hukum Ngawi.

"Kami sudah menyangka copet ini sindikat, yang beraksi secara rombongan. Begitu kami sampai di Alun alun, sindikat itu bisa kami deteksi, kemudian kita kejar dan enam orang berhasil kita tangkap, seorang berhasil melarikan diri,"kata Kapolres Hutajulu.

Keenam orang yang berhasil ditangkap itu, yakni Erik Susanto (34) Jalan Tambak Grinsing 28, Gang V, Kelurahan Bapean Candikan, Kecamatan Perak, Kota Surabaya, Daud Dwi Putra (30) Jalan Indrapura Jaya 29, Kelurahan Perak Timur, Kecamatan Pabean Cantikan, Kota Surabaya, Joko Sucahyo (42) Blok 3, Gang VIII No. 4, Kelurahan Perak Timur, Kecamatan Cantikan, Kota Surabaya.

Rizal Beni Pranoto (28) Jalan Gresik Tambak Pokak 55, Kelurahan Griges, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya, Abdul Rohman (21) Kelurahan Tambak Grinsing, Kelu Pabean Cantikan, Kecamatan Perak Timur, Kota Surabaya, Daman Huri (24) jln Kalianak Barat 130, Kelurahan Genting Kalianak, Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya.

"Wawan, salah seorang pelaku yang melempar petasan, berhasil melarikan diri. Tapi kami sudah dapatkan identitasnya. Sedang seorang yang sudah ditangkap, terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri," kata AKBP Pranatal Hutajulu kepada Tribunjatim.com.

4 Sosok yang Jadi Tersangka Isu Papua, Polda Jatim: Harus Bertanggung Jawab

Alfred Riedl Dampingi Persebaya Setelah Bursa Transfer Pemain Ditutup, Akan Ada Perombakan

Pesta Miras Kalangan Remaja Dibubarkan Satpol PP Kota Kediri, Ada Gadis 14 tahun Ikutan Pesta Miras

Dikatakan AKBP Pranatal Hutajulu , sindikat ini beraksi dengan membuat kegaduhan untuk mengalihkan perhatian massa dan calon korban yang menyaksikan konser Germas di Alun-alun Ngawi ini.

"Dari enam orang yang berhasil kami tangkap itu, seorang yang bernama Daman Huri itu setelah kami periksa, hanya sopir sewaan dari mobil rental yang digunakan sindikat itu dari Surabaya menuju kota kota di Jawa Timur, termasuk di Alun alun Ngawi,"kata Kapolres Ngawi.

Kelima tersangka sindikat copet itu seluruhnya dikenai pasal 363 ayat 1 ke 4 e KUHP dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.

"Kami juga berhasil mengamankan barang bukti berupa enam unit HP berbagai merk, serta mobil sewaan yang digunakan mengangkut keenam pelaku itu dari Surabaya ke Alun alun Ngawi," tandas AKBP Pranatal Hutajulu. (tyo/Tribunjatim.com)

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved