Macet Ekstrem Jalan Citraraya Unesa Gara-gara Pipa Umbulan, Bikin Pelaku Usaha Rugi sampai 30 Persen
Akibat adanya proyek pipa umbulan memicu kemacetan panjang di Jalan Raya Citraraya Unesa. Bahkan bikin pelaku usaha rugi hingga 30 persen.
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Satu bulan lebih dilanda macet berkepanjangan di Jalan Raya Citraraya Unesa mulai berdampak serius pada iklim usaha di Citraland.
Aktivitas bisnis dan usaha di kawasan perumahan elit itu bisa menurun hingga 30 persen.
Hal ini diakui Yosi Indra, pelaku usaha di bidang digital printing di Citraland.
Karena bikin trauma maka banyak customernya lari karena tidak mau spekulasi dengan kondisi jalan macet ekstrim sejak awal Agustus di Jalan Citraraya Unesa.
• Warga Citraland Surabaya Trauma Macet Parah di Jalan Raya Citraraya, Gara-gara Proyek Pipa Umbulan
"Banyak yang memilih membatalkan order karena enggan ke tempat saya. Saya juga tidak berani antar karena memang macet parah. Besok lagi Pemerintah memikirkan dampak proyek pipa besar yang memakan jalan umum begini," ucap Yosi, Rabu (11/9/2019).
Banyak warga dan penghuni rumah elit di Surabaya Barat itu mengeluh macet berkepanjangan karena proyek pipa umbulan.
Mereka bahkan trauma dengan kondisi macet di akses utama warga.
Macet hingga 1 KM terjadi saban hari menjelang jam pulang kerja dan jam masuk kerja.
Di sisi kiri Jalan Raya Citraraya dari Unesa macet parah karena terjadi penyempitan jalan.
• Kecelakaan Karambol Tiga Kendaraan di Sidoarjo Gegara Mobil Pikap Tiba-tiba Berhenti, 1 Orang Luka
Mulai dari pemasangan pipa raksasa berdiameter 1,30 meter hingga penguburan dan penanaman pipa di tepi jalan saat ini.
Yosi sebagai pelaku usaha tidak bisa berbuat banyak.
Kini bahan baku dari luar Citraland juga kerap telat karena kondisi jalan memang macet parah.
"Kalau sudah begini, siapa yang harus bertanggung jawab. Saya hanya bisa pasrah," kata Yosi.
Hal yang sama disampaikan warga Citraland lain, Cornelia yang bekerja di salah satu sekolah terkenal di Kawasan Citraland.
Banyak siswa dan guru di sekolah telat.