Berjubelnya Orang Antre Bayar Denda & Ambil Barang Bukti di Kejari Malang, Ngantre Hingga Lima Jam

Berjubelnya Orang Antre Bayar Denda & Ambil Barang Bukti di Kejari Malang, Ngantre Hingga Lima Jam.

Berjubelnya Orang Antre Bayar Denda & Ambil Barang Bukti di Kejari Malang, Ngantre Hingga Lima Jam
SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO
Ratusan warga yang terbukti melanggar dalam Operasi Patuh Semeru 2019 Polres Malang Kota mengantre membayar denda bukti pelanggaran (Tilang) di Kejaksaan Tinggi Negeri, Kota Malang, Kamis (12/9/2019) 

Berjubelnya Orang Antre Bayar Denda & Ambil Barang Bukti di Kejari Malang, Ngantre Hingga Lima Jam

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Ribuan orang mengantre di Kejari Kota Malang untuk mengambil barang bukti hasil Operasi Semeru 2019.

Dari pantauan TribunJatim.com, orang-orang berjubel di depan pengambilan barang bukti tilang dari pukul 07.00 WIB hingga 12.00 WIB.

Pernah Jadi Korban Kekesalan Fans di Malang, Pelatih Borneo FC: Saya Sudah Lupakan

Ini 8 Nama yang Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Bupati Malang Via PDIP

Puluhan Mahasiswa Kota Malang Demo Tolak Revisi UU KPK, Desak Jokowi Kembalikan Independensi KPK

Salah satu pengantre, Ratna Dewi mengatakan ia terjaring razia saat melintas di Jalan Soekarno Hatta Kota Malang. Ratna adalah seorang mahasiswa asal Blitar.

"STNK kena sita. Pulang kuliah waktu itu terus ada operasi," cerita Ratna, Kamis (12/9/2019).

Ratna mengatakan datang ke Kejari Kota Malang pukul 09.00 WIB. Saat itu kata dia, antrean loket sudah penuh.

"Nggak tau ini kapan dipanggil," katanya.

Kasi Pidum Kejari Kota Malang Wahyu Hidayatullah mengakui bahwa terjadi lonjakan antrean pengambilan barang bukti tilang. Dari catatan petugas, 1.500 barang bukti telah diserahkan kepada pemilik.

"Sekitar 1.500 barang bukti tadi yang sudah diambil," ucapnya.

Menurut Wahyu, barang bukti yang paling banyak disita adalah STNK dan SIM. Untuk besaran dendanya bervariasi dari Rp 75 ribu hingga Rp 120 ribu (kendaraan roda dua).

"Tergantung melanggar apa saja. Biasanya ya pelanggaran hanya satu, nggak punya SIM," kata Wahyu.

Bagi pemilik barang bukti yang melewatkan pengambilan hari ini, Kejari Kota Malang masih memberikan waktu hingga dua tahun ke depan.

"Kami kasih waktu dua tahun. Kalau masih belum diambil dan hilang, itu bukan tanggung jawab kami," ucapnya.

Berdasarkan data Satlantas Polres Malang Kota, 4059 kendaraan roda dua, 168 roda empat dan 26 truk serta terjaring razia dalam Operasi Patuh Semeru 2019. Dari jumlah itu, 2893 STNK, 1278 SIM dan 73 kendaraan disita sebagai barang bukti.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved