Belasan Tahun Hidup Terbatas dengan Dipasung di Kediri, Pria Alami Gangguan Jiwa Akhirnya Meninggal

Belasan Tahun Hidup Terbatas dengan Dipasung di Kediri, Pria Alami Gangguan Jiwa Akhirnya Meninggal.

Belasan Tahun Hidup Terbatas dengan Dipasung di Kediri, Pria Alami Gangguan Jiwa Akhirnya Meninggal
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Agus Pratono penderita Jiwa yang belasan dipasung meninggal karena sakit di rumahnya Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Selasa (17/9/2019). 

Belasan Tahun Hidup Terbatas dengan Dipasung di Kediri, Pria Alami Gangguan Jiwa Akhirnya Meninggal

TRIBUNKEDIRI.COM, KEPUNG - Agus Pratono (40) penderita Jiwa yang sudah belasan tahun menjalani hidup dalam pasungan meninggal karena sakit di rumahnya Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Selasa (17/9/2019).

Ihwal meninggalnya Agus diketahui warga setelah diumumkan melalui melalui pengeras suara masjid. Almarhum dimakamkan di pemakaman umum desanya.

Aksi Nekat Pria Kediri Curi Motor Tetangga, Congkel Pintu Dapur saat Rumah Sepi, Berujung Bui

Polisi Temukan Puluhan Bahan Kosmetik Ilegal di Kamar Kos Kediri, si Pemilik Langsung Menghilang

Kemeriahan Bersih Desa Doko Kediri, Gunungan Jajan Pasar, Badek dan Miras Jadi Bahan Rebutan Warga

Yanti, pegiat Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Jatim menjelaskan, kematian Agus sempat mengagetkan warga. Masalahnya, Agus sudah bertahun-tahun hidup dalam pasungan.

"Dari penjelasan kerabatnya, Agus meninggal karena sakit. Begitu diketahui sakit, sejak tiga hari sebelum kematiannya telah dilepas dari pasangan," jelasnya.

Tidak diketahui sakit yang diderita Agus karena belum sempat diperiksakan ke dokter. Kondisi Agus selama dalam pasungan juga sangat memprihatinkan.

Karena keluarganya memasang pasungan untuk kedua kakinya. Kaki kiri dan kanan dimasukkan plat besi yang dibuat pada kayu.

Praktis penderita hanya bisa duduk dan tiduran saja.

Kasus pasung yang menimpa Agus juga sudah diketahui oleh petugas dari Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Kediri.

Termasuk sejumlah relawan telah berupaya untuk membebaskan penderita untuk dirujuk ke rumah sakit jiwa.

Hanya saja kendala yang dialami, orangtuanya melarang anaknya dibawa ke rumah sakit jiwa. "Kami pernah meminta agar penderita dibawa ke rumah sakit jiwa, tapi dilarang ibunya," ungkap Yanti.

Sehari-hari Agus dirawat ibunya Ny Sainem (65) yang menyiapkan makan, minum dan membersihkan ruangan tempatnya dipasung.

Sementara alasan orangtuanya memasung anaknya karena khawatir jika kejiwaan kambuh mengamuk sehingga membahayakan keluarga dan tetangga.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved