Nelayan Asal Gresik Nekat Curi Onderdil Truk Trailer di Osowilangon, Polisi Kejar Dua DPO

Aris (24) nelayan yang nekat mencuri onderdil truk trailer di Garasi Terminal Teluk Lamong, Benowo, Surabaya, ternyata tidak beraksi seorang diri.

Nelayan Asal Gresik Nekat Curi Onderdil Truk Trailer di Osowilangon, Polisi Kejar Dua DPO
Tribun Kaltim
Ilustrasi - Nelayan Asal Gresik Nekat Curi Onderdil Truk Trailer di Osowilangon, Polisi Kejar Dua DPO 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Aris (24) nelayan yang nekat mencuri onderdil truk trailer di Garasi Terminal Teluk Lamong, Benowo, Surabaya, ternyata tidak beraksi seorang diri.

Saat menjalankan aksinya, Aris ditemani dua orang rekannya.

Keduanya merupakan pria berinisial PT dan GD.

Aris mengaku hanya sebagai eksekutor pencurian, otaknya ia menyebut PT.

Polisi Bongkar Cara Nelayan Gresik Curi Onderdil Truk di Benowo, Sekali Beraksi Lucuti 5 Trailer

Dan saat ini, identitas keduanya telah dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polrestabes Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Benowo Ipda Jumeno menuturkan, PT dan GD masih dalam tahap pengejaran oleh personelnya.

"Dia ini hanya eksekutor, diajak si PT 2 orang lainnya DPO," katanya saat dihubungi TribunJatim.com, selasa (17/9/2019).

Kuat dugaan, ungkap Jumeno, kedua orang itu merupakan otak dari komplotan pencurian onderdil truk trailer yang kerap terjadi di Garasi Terminal Teluk Lamong, Jalan Raya Tambak Osowilangun, KM 12, Benowo Surabaya, Senin (16/9/2019).

Curi Onderdil Truk Trailer Buat Mabuk-mabukan, Nelayan Asal Gresik Dibekuk Polsek Benowo Surabaya

Pasalnya, menurut penuturan Aris, terduga PT dan GD yang kerap kali menyalurkan barang-barang onderdil truk hasil curian ke pihak ketiga.

"Aris bilang yang jual PT, dia gak tahu, makanya itu," katanya.

Dilokasi tersebut, ungkap Jumeno, Aris sedikitnya telah melakukan aksi pencuriannya itu sekitar empat kali.

"Katanya kalau enggak 3 ya 4 kali, tapi Aris bilang kalau teman-temannya itu yang banyak," ujarnya.

Jumeno mengungkapkan, motif pelaku yang terbilang nekat itu hanya untuk dibuat foya-foya dengan cara membeli minuman keras.

"Motif ya ekonomi, hasilnya buat mabok mabok katanya, belum berkeluarga," pungkasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Melia Luthfi Husnika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved