Krisis Air Bersih di Lamongan Parah, BPBD Suplai 400 Unit Tangki Air Bersih

Krisis air bersih semakin parah dialami puluhan wilayan di Lamongan Jawa Timur. Sebanyak 16 kecamatan masuk wilayah krisis air bersih

Krisis Air Bersih di Lamongan Parah, BPBD Suplai 400 Unit Tangki Air Bersih
surya/Hanif Manshuri
Salah satu lembaga di luar BPBD yang turut serta perduli memberi bantuan di sejumlah desa yang mengalami krisis air bersih. 

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Krisis air bersih semakin parah dialami puluhan wilayan di Lamongan Jawa Timur. Sebanyak 16 kecamatan masuk wilayah krisis air bersih kini sedang merasakan dampak kekeringan. Droping air dari berbagai lembaga belum menjawab keresahan warga terdampak kekeringan.

Mereka berada di wilayah rawan kekeringan dan jika musim kemarau hanya mengandalkan air yang ada di embung - embung. Sementara sejumlah embung yang ada, saat ini sudah kering kerontang.

BPBD dan sejumlah lembaga sudah mulai melakukan droping air ke beberapa desa sesuai permohonan yang diajukan, namun masih belum meluas ke desa - desa yang mengalami krisis air bersih.

Permintaan suplai air bersih dari sejumlah desa atau kecamatan yang masuk dearah rawan kekeringan itu terus mengalir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tetap melakukan survey lapangan, utamanya di titik embung - embung yang ada di wilayah kekeringan itu.

Apes, APPD Lilik Tersangka Korupsi Ditolak Pemkab Pasuruan, Ini Jawaban Bupati Irsyad

Polsek Tegalsari Surabaya Amankan Ganja 2,5 Kg, Tangkap Dua Pengedar

Pelaku Curanmor di Kota Malang ini Nyamar Jadi Tukang Becak, 20 Motor Berhasil Diembatnya

Dari perkiraan BPBD, air yang ada di sejumlah embung itu tidak bertahan lama, lantaran selama musim penghujan tidak terisi penuh.

"Tim menyiapkan bantuan droping air bersih, 1 x 24 jam," kata Kepala BPBD Lamongan, Yuhronur Efendi yang juga Sekkab Lamongan kepada Surya.co.id, Minggub (22/9/2019).

Yuhronur menambahkan, ada sebanyak 79 desa yang tersebar di 16 kecamatan.

Diantaranya, Kecamatan Lamongan, Tikung, Sugio, Mantup, Kembangbahu, Sukodadi, Sarirejo, Modo, Bluluk, Sukorame, Kedungpring, Sambeng, Glagah, Babat, Brondong dan Karangbinangun.

"Itu yang sudah kami inventarisir berpotensi kekeringan pada setiap musim kemarau," kata Yuhronur kepada Tribunjatim.com.

Pihaknya sudah menghimbau pada para kades agar tanggap mengajukan permintaan pengiriman air bersih jika memang sudah dibutuhkan.

BPBD siaga 24 nonstop dengan 5 unit armada tangki untuk menyuplai air jika ada permintaan dari warga melalui kades dan camat.
Sampai hari ini, sudah sebanyak 400 unit tangki air bersih yang disuplai ke puluhan desa, terhitung sejak Juli hingga September 2019.

Air yang dikirim ke warga adalah air bersih, dan pemohon tanpa dibebani biaya sepeserpun, alias geratis.
Jadi, katanya, 79 desa kategori rawan kekeringan tetap menjadi perhatian pemerintah daerah.

BPBD memastikan siaga membantu warga yang mengalami krisis air bersih. Yuhronur juga memuji langkah Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang turut serta memberi perhatian memberi bantuan air bersih.(Hanif manshuri/Tribunjatim.com)

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved