Demo Polsek Suruh, Warga Desa Gamping Trenggalek Tak Mau Instalasi Pamsimas Ditutup

Puluhan warga Desa Gamping, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mendatangi Mapolsek Suruh, Senin (23/9/2019).

Demo Polsek Suruh, Warga Desa Gamping  Trenggalek Tak Mau Instalasi Pamsimas Ditutup
istimewa
Demo warga Desa Gamping, Kecamatan Suruh, di Mapolsek Suruh, Senin (23/9/2019). 

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Puluhan warga Desa Gamping, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur mendatangi Mapolsek Suruh, Senin (23/9/2019).

Mereka datang untuk mengklarifikasi benar tidaknya informasi soal rencana ditutupnya instalasi Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas).

Warga membawa berbagai poster bertuliskan penolakan apabila informasi itu benar adanya. Bagi warga, air yang dihasilkan dari Pamsimas merupakan salah satu sumber air utama ketika musim kekeringan.

Budiyanto, Warga RT/RW 21/04, Desa Gamping, mengaakan, masyarakat sangat diuntungkan oleh program tersebut. Bahkan, warga sepakat untuk membayar iuran untuk bisa mendapat akses air bersih itu.

Hal itu ia sampaikan karena, menurut informasi yang ia dapat, Polsek Suruh tengah menyelidiki dugaan pungli dari program yang telah berjalan sejak pertengahan tahun lalu itu.

“Saya ikut juga dalam penentuan tarif iuran dan tidak keberatan,” kata Budiyanto kepada Tribunjatim.com.

Saat musim kemarau, warga kesusahan air. Maklum, Desa Gamping berada di daerah pegunungan. Hal ini membuat sumber air dari sumur tak bisa diharapkan ketika musim kemarau.

VIRAL Cerita Kakek Sebatang Kara Mbah Karsiman, Warisi Uang Jutaan Rupiah untuk Warga saat Wafat

Layanan Pemutihan Pajak, Warga Tetap Bisa Bayar Lewat Minimarket Meski Berada di Luar Jatim 

Bupati Banyuwangi Anas Cek Kesiapan Pelaksanaan Tour de Banyuwangi Ijen

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Gamping Puguh Arbiantoro menjelaskan, Pamsimas di desa itu dikelola oleh Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KP SPAM). Ia bilang, penarikan iuran penggunaan air dari Pamsimas sudah disepakati warga.

“Iurannya di sini Rp 4.000 per meter kubik (m3). Itu pun disurvei terakhir, biaya produksinya Rp 3.200 per m3. Itu kami sampaikan ke masyarakat. Mereka sendiri yang menentukan,” kata Puguh kepada Tribunjatim.com.

Instalasi Pamsimas butuh pemompaan air dari sumber ke tandon. Air di tandon kemudian dialirkan ke rumah-rumah warga. Menurut Puguh, sekitar 400 warga memanfaatkan saluran air tersebut.

Kapolsek Suruh AKP Wardjito mengatakan, informasi penutupan instalasi Pamsimas merupakan kesalahpahaman. Polisi, kata dia, tidak ada rencana untuk menutup instalasi tersebut.

Pada hari itu, polisi memang mengundang bendaraha KP SPAM untuk dimintai keterangan untuk dugaan penyelewengan dana pengelolaan instalasi tersebut. (aflahul abidin/Tribunjatim.com)

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved