Dalam Sebulan, 2 OPD di Kabupaten Madiun Diserang Hacker, Terakhir Diretas Penolak RKUHP

Protes terhadap RKUHP kontroversial tak hanya datang dalam bentuk demo maupun poster.

SURYA/RAHADIAN BAGUS
Website BKD Kabupaten Madiun diretas. 

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Protes terhadap RKUHP kontroversial tak hanya datang dalam bentuk demo maupun poster.

Ada juga yang datang dalam bentuk aksi hacking aliasn peretasan sistem informasi dan komunikasi pemerintahan.

Hal ini sudah diingatkan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) namun terbukti masih terjadi di beberapa tempat termasuk Madiun.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika Dinas Kominfo Kabupaten Madiun, Heny Tri Wijayanti.

(Awalnya Dukung RKUHP, Kini Farhat Abbas Berubah Akal Setelah Ditampar Soal Pasal Unggas?)

Dia menuturkan, beberapa minggu lalu, Kementrian Kominfo memberikan peringatan agar Dinas Kominfo seluruh daerah agar waspada karena ada kemungkinan serangan dari peretas.

"Kemarin dari Kementrian Kominfo sudah menginfokan melalui grup Kominfo, bahwa akan ada serangan terhadap aplikasi di lingkup pemerintahan," katanya, saat dikonfirmasi Jumat (27/9/2019) siang.

Kepala Bidang Persandian Diskominfo Kabupaten Madiun, Juwarto, mengatakan dalam setahun ini sudah ada dua OPD yang websitenya diserang oleh peretas.

"Sudah ada dua OPD yang diserang bulan ini, Disnaker dan Kominfo," katanya.

Ia menuturkan, rencananya minggu depan Dinas Kominfo Kabupaten Madiun akan mengikuti bimtek dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan membentuk tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) untuk mencegah adanya serangan peretas semacam ini.

Website Dinas Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Madiun menjadi satu korban peretasan pada Jumat (27/9/2019) pagi.

Website BKD Kabupaten Madiun diretas oleh oknum yang menolak RKUHP
Website BKD Kabupaten Madiun diretas oleh oknum yang menolak RKUHP (SURYA/RAHADIAN BAGUS)

(7 Dekrit Tuntutan Mahasiswa Tentang RUU KPK dan RKUHP Ditandatangani Ketua DPRD Gorontalo)

Akibatnya, website yang berisi informasi seputar kegiatan di BKD Madiun tidak dapat diakses. Peretas mengubah tampilan halaman menjadi warna hitam dengan tulisan Hacked By Dev19Feb ft Kowalskyi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Madiun, Sawung Rehtomo, mengatakan peretasan website BKD baru diketahui Jumat (27/9/2019) pagi sekitar pukul 08.10 setelah adanya laporan.

Sawung menuturkan, setelah mendapat laporan tim IT dari Kominfo segera memperbaiki tampilan halaman BKD yang diretas. Sekitar pukul 09.00 halaman BKD yang diretas sudah kembali seperti semula.

"Kami mendapat informasi sekitar pukul 08.10 WIB, kemudian langsung diperbaiki. Sekitar pukul 09.00 sudah dibenahi," katanya.

Sawung mengatakan, peretas hanya mengubah tampilan halaman sehingga pengguna tidak dapat mengakses.

Namun, tidak menutup kemungkinan peretas juga mengambil data-data penting.

"Cuma mengganti tampilan depan, tapi tidak menutup kemungkinan akan mengambil data. Itu yang perlu diwaspadai," katanya.

Reporter: Surya/Rahadian Bagus

(Website BKD Kabupaten Madiun Diretas, Diganti Gambar Karakter One Piece dan Pesan Penolakan RUU KUHP)

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved